ATURAN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL UNTUK GURU

dapurpendidikan.com – Aturan dalam menggunakan media sosial untuk guru sangat diperlukan, mengingat perkembangan teknlogi informasi dan komunikasi dewasa ini, menjadikan media sosial sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi.

Banyaknya pengguna media sosial di indonesia diperkirakan sekitar 70% keatas yang menjadi pengguna situs jejaring sosial yang sudah berusia diatas 18 tahun termasuk guru di dalamnya, dan tidak menutup kemungkinan banyak pengguna yang berusia dibawah 18 tahun termasuk siswa anda.

maka kita perlu memperhatikan aturan dalam menggunakan media sosial untuk guru.

Informasi tentang berita mengenai guru yang sering update di media sosial seperti

facebook, twitter, instagram maupun media sosial yang lain terkadang membuat beberapa guru cemas ketika menggunakan media sosial.

Bahkan ada kemungkinan dari beberapa guru yang mendapatkan dampak negatif baik dari berita-berita yang menjadi viral di media sosial.

Aturan dalam menggunakan media sosial untuk guru

Dalam dunia pendidikan, informasi negatif bagi sekolah terutama guru, siswa maupun segala sesuatu yang terlibat didalamnya sangat cepat tersebar dan memungkinkan terjadi pro dan kontra.

Bahkan ada kemungkinan seorang guru mendapatkan sanksi berat dari adanya pemberitaan yang ada di media sosial.

Aturan dalam menggunakan media sosial untuk guru yang berikut ini merupakan langkah-langkah pencegahan dari dampak negatif untuk anda sebagai guru maupun pribadi yang berprofesi lain dalam menggunakan media sosial, antara lain:

  1. Cari Informasi mengenai pedoman dalam menggunakan media sosial yang berlaku di negara kita tercinta.Yang berkaitan dengan update status, profil gambar maupun yang lain. Aturan yang berlaku di Indonesia salah satunya adalah Undang-undang ITE.
  2. Jangan Ber-Teman (friend) atau mengikuti (follow) akun siswa anda pada media sosial pribadi yang anda miliki.Walaupun ada yang menganggap dengan berteman dengan siswa di dalam akun media sosial menjadikan komunikasi antara guru dan siswa menjadi lebih dekat, akrab, tetapi sebaiknya dihindari.
  3. Blokir akun twitter, facebook, instagram dan lain-lain dari akun siswa yang masih dalam didikan anda. Untuk siswa anda yang sudah lulus dari sekolah tempat anda bekerja, silahkan saja.
  4. Pasanglah gambar profil pribadi anda gambar yang baik.Unggah gambar-gambar pada akun anda yang tidak menunjukkan hal-hal yang berbau negatif.Yang perlu anda ingat, profesi anda sebagai guru, orang-orang di sekitar anda mungkin ada yang suka humor maupun lelucon.tetapi tidak sedikit juga orang-orang disekitar anda adalah orang-orang yang “serius” atau kurang memiliki rasa humor.
  5. Walaupun informasi dasar dari profil anda sudah anda setting untuk privasi, gambar yang ada pada akun media sosial anda, masih bisa muncul di dalam mesin pencari.Jangan upload gambar yang berbau pornografi, obat-obatan, lelucon yang kurang mendidik dan hal-hal lain yang bertentangan dengan profesi anda sebagai guru.
  6. Jangan mempublikasikan informasi pribadi anda di media sosial.Sebisa mungkin informasi pribadi anda diminimalisir untuk dipublikasikan. Salah satu contohnya, hindari mempublikasikan pekerjaan anda, tempat anda bekerja sebagai guru di sekolah A.
  7. Jangan melakukan geo-tag (membagi lokasi) ketika anda memposting suatu informasi dengan lokasi sekolah tempat anda bekerja.
  8. Aturlah akun instagram anda. Anda dapat menyetujui siapa saja yang dapat melihat tulisan anda.Dan yang perlu diingat, apabila anda menautkan akun twitter atau facebook anda, mungkin siswa anda dapat melihat postingan anda di instagram secara individu tanpa mengakses profil anda.
  9. Jangan pernah menyebutkan sekolah tempat anda bekerja di posting apapun.

    Walaupun anda sudah mengatur aturan akun anda dalam mode pengaturan privasi, postingan anda masih dapat ditemukan di mesin pencari.

  10. Jangan pernah membuat atau menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial.Ketika anda ingin mempublikasikan berita atau informasi, cek dan kroscek terlebih dahulu sumber dari berita tersebut, apakah informasi atau berita tersebut di dapat dari sumber yang dapat dipercaya.Anda perlu selektif dalam menerima informasi yang beredar di dunia online. Apalagi anda ingin membagikan informasi tersebut ke orang lain.
  11. Jangan pernah mengeluh mengenai pekerjaan, keluarga, sikap rekan maupun lingkungan anda di media sosial maupun di dunia online lainya.terutama jika anda berteman dan diikuti oleh sekolah anda, rekan kerja anda, atau bahkan bila anda berteman dengan orang-orang dari dinas pendidikan setempat anda.Hal ini adalah yang perlu dilakukan tidak hanya untuk guru, tetapi untuk masyarakat pada umumnya! Keluhan anda hanya menjadikan penilaian negatif orang lain terhadap anda.
  12. Jangan pernah upload atau posting foto siswa Anda di media sosial!Karena setiap orang tentu ingin privasi dari setiap anggota keluarganya terjaga. Ada diantara mereka sebagai orang tua mungkin ada yang tidak inggin mempublikasikan gambar atau foto anaknya secara online sama sekali.Dan hal ini bukan merupakan kapasitas anda untuk mengupload dan mempublikasikan foto siswa anda secara online.Anda tidak boleh melanggar privasi siswa dengan hal tersebut. Mungkin saja diantara siswa anda juga ada yang merasa kurang nyaman ketika foto mereka bertebaran di dunia online.

Untuk anda pribadi sebagai guru, mungkin anda memiliki ide tentang aturan dalam menggunakan media sosial untuk guru tersendiri, sebagai profesi anda, mungkin yang anda yang ingin menambahkan, silahkan anda kirimkan melalui kolom komentar dibawah.

untuk tambahan informasi, silahkan dibaca sikap guru ketika dikritik siswa

Baca Juga  Sikap Guru ketika Dikritik Siswa, Ini yang perlu anda lakukan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.