Sikap Guru ketika Dikritik Siswa, Ini yang perlu anda lakukan!

dapurpendidikan.com – Sikap guru ketika dikritik siswa, akan menunjukkan kualitas pribadi guru secara tidak langsung.

Manusia pada dasarnya memiliki sifat egois yang tinggi, tentu saja dalam kehidupan, anda perlu mengatur rasa egois, arogan, sombong yang kita miliki.

Seringnya kita, ketika mendapatkan kritik dari orang lain, kita lebih fokus melihat kepada siapa yang mengkritik kita bukan apa isi kritikan yang disampaikan kepada kita.

Guru juga sebagai manusia, tentu tidak lepas dari yang namanya kesalahan, atau kekeliruan, entah itu kita sengaja atau tidak disengaja.

Tingkat kepekaan maupun sensitivitas kita berbeda beda.

Terkadang kita memiliki sifat arogan dan sombong dan merasa jauh dari kesalahan ketika kita mendapatkan koreksi dari orang lain.

Ada juga diantara kita yang bersikap cuek atas kritikan yang diberikan kepada kita.

sebagai sebuah contoh disini, misal kita sebagai guru, mendapat kritik dari orang-orang yang memiliki jabatan atau pangkat yang lebih tinggi dari kita,

semisal kepala sekolah atau mungkin dari orang-orang dari dinas pendidikan, kita cenderung menerima dengan lapang dada.

Akan tetapi menjadi berbeda cerita ketika yang menyampaikan kritikan itu rekan kita sejawat atau mungkin yang memiliki jabatan lebih rendah daripada kita.

Apalagi ketika yang menyampaikan kritikan kepada kita adalah murid kita sendiri, kita cenderung menutup diri.

Entah itu kritikan dalam sikap kita, perilaku, maupun materi yang disampaikan, kritikan itu seperti membuat kehormatan kita runtuh,

Kita merasa direndahkan dan parahnya lagi kita cenderung untuk bertindak semena-mena kepada orang yang mengkritik kita, entah itu kita mencari pembenaran atas apa yang kita lakukan, caci maki, marah-marah ataupun menampakkan sikap seolah-olah yang menyampaikan kritik kepada kita memiliki kesalahan yang sangat besar kepada kita.

Baca Juga  Jadwal Tahapan Pelaksanaan UKG Ulang dan Sertifikasi Guru Tahun 2017

Hanya orang-orang yang berfikiran sempit yang tidak mau menerima kritik dan malah tersinggung ketika menerima kritikan dari orang lain.

Dan itu banyak terjadi dilingkungan kita, bahkan kita sendiri mungkin juga termasuk pada kategori orang-orang yang sangat alergi dari yang namanya kritikan.

Selain kesiapan anda untuk menerima kritik dari siswa, anda juga jangan sungkan untuk memberikan motivasi kepada siswa anda.

Berikut sedikit gagasan yang bisa menjadi inspirasi…. sebagai sikap guru ketika dikritik siswa bagaimana sikap guru ketika dikritik siswa, orang lain disekitar kita baik itu dari atasan anda, rekan sejawat,

atau mungkin orang yang anda rasa level nya dibawah anda.

fokus kita kali ini adalah

Bagaimana jurus yang dapat kita terapkan sebagai sikap guru ketika dikritik siswa.

  1. Sebaiknya kita selalu berusaha menjadi pribadi yang selalu memiliki pikiran positif kepada orang yang memberikan koreksi / kritikan kepada kita.Terutama murid yang memberikan kritik kepada kita. munculkan fikiran positif kita bahwa siswa kita memperhatikan apa yang kita lakukan atau sampaikan,dan hal itu juga merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bahwa siswa kita cerdas.Walaupun terkadang kritikan dari siswa kita muncul dari sekedar main-main atau membuat lelucon,tetapi hal itu sebenarnya menunjukkan kepedulian mereka kepada kita, dan menunjukkan kenyamanan mereka bersama kita.
  2. Kita berusaha untuk mengambil waktu sejenak untuk mengoreksi diri kita terlebih dahulu.Coba cek apakah kita melakukan sebuah kekeliruan atau kita berada pada posisi yang benar.Ketika kita merasa ada sebuah kekeliruan yang kita lakukan, tidak ada salahnya kita meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan, dan berikan apresiasi atas kepedulian siswa kita.

    Jangan malah kita bersikap sombong dan arogan kepada siswa kita.

    Entah itu kita marah-marah, atau kita malah memaki siswa kita yang memberikan koreksi kepada kita. untuk koreksi dari siswa yang benar, maka kita berterima kasih dan mendukungnya.

    Tetapi ketika yang menyampaikan itu sambil lelucon hendaknya kita temui mereka setelah kelas berakhir,

    kita sampaikan kepada siswa, bagaimana adab dalam menyampaikan kritik kepada orang lain.

  3. Berlapang dada untuk mau menerima kebenaran yang disampaikan walaupun itu dari murid kita.

    Sikap guru yang mau dikritik oleh siswa itu adalah sesuatu hal yang besar, lingkungan kelas menjadi lebih nyaman dan tidak menakutkan bagi siswa.

  4. Jangan sungkan untuk memberikan apresiasi berupa nilai tambah, pujian ataupun penghargaan atas kritikan yang benar yang disampaikan oleh siswa.Tentunya kita perlu bersikap bijaksana dalam menghadapi kritik yang diberikan kepada kita.Kita coba memberikan argumen kepada siswa tentang apa yang kita sampaikan.Ketika apa yang disampaikan siswa memiliki kadar kebenaran, berlapang dadalah untuk menerima kebenaran itu.Tetapi ketika koreksi yang diberikan kepada kita itu merupakan sebuah hoax, atau malah sesuatu yang keliru, silahkan anda sampaikan bagaimana yang benar,tentunya dengan cara yang santun dan tetap menjaga kehormatan dan kewibawaan kita sebagai guru.Dengan anda menyampaikan argumen kepada siswa, dan anda mau mendengarkan argumen dari siswa yang disampaikan kepada anda,secara tidak langsung melatih siswa dalam keberanian untuk menyampaikan pendapat maupun gagasan mereka.
  5. Jangan menjadi pribadi yang menutup diri dari kebenaran.Guru tidak boleh menjadi seorang pengecut yang tidak mau mengakui kesalahan mereka.ketika guru menyampaikan ilmu yang ternyata terdapat kekeliruan,dan enggan untuk menerima kritikan yang benar,dan merasa apa yang disampaikan adalah kebenaran tanpa mau berupaya untuk mencari kebenaran yang disampaikan pihak lain,yang terjadi adalah ilmu yang disampaikan dapat menyesatkan siswa. guru hendaknya berusaha mencari sumber yang benar dan terpercaya tentang ilmu yang disampaikan kepada siswa.
  6. Jangan sungkan untuk menyampaikan kepada siswa, ….
    bahwa kita sebagai guru, juga manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan ataupun kekeliruan.

    Kalau perlu berikan penjelasan, bahwa anda sebagai guru, belum tentu anda lebih pintar atau cerdas dari mereka,

    hanya saja anda sebagai guru lebih dahulu hidup di dunia.

    Minta maaflah atas kekeliruan yang terjadi dan sampaikan bahwa anda akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan anda.

    Tidak ada masalah seorang guru belajar dari murid, karena kebenaran itu bisa datang dari siapa saja.

Jadi kesimpulannya adalah sikap guru ketika dikritik siswa, rekan, orang- orang yang diatas kita, maupun dibawah kita,

sebaiknya kita berusaha berlapang dada untuk menerima kritikan yang disampaikan, manusia tidak lepas dari namanya kesalahan,

dan kita bisa mendapatkan kebenaran dari siapa saja.

Jangan menjadi pribadi yang menutup diri dari koreksi, karena koreksi dari orang lain dapat menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik.

sebagai sedikit tambahan untuk gambaran kita, coba kita amati, sepandai apapun atlit dalam bidang tertentu, mereka selalu membutuhkan pelatih.

Bisa jadi kemampuan dari sang atlit itu melebihi sang pelatih, tetapi atlit itu selalu membutuhkan koreksi dari orang lain,

untuk melihat celah kesalahan atau kekeliruan yang dilakukannya.

begitupun juga kita, kita memerlukan koreksi maupun kritikan dari orang lain, untuk menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.