Apa itu Saham? Saham Adalah…

Saham adalah merupakan bukti suatu kepemilikkan sebuah perusahaan yang melibatkan penyertaan modal dan menyatakan hak suara perusahaan. Saham adalah unsur suatu instrumen untuk berinvestasi serta rasio dalam hal keuntungan dan kerugian utama harus diperhatikan. Saham itu tidak sama dengan judi karena dapat melakukan pertimbangan apa yang harus dilakukan. Saham juga bernilai halal serta investor dapat dengan langsung menemui saham-saham halal di indeks syariah.

Bayangkan seseorang yang memiliki warung nasi goreng. Dia sudah menjalankan usahanya tersebut selama setahun. dan untung rugi telah dia alami. Sekarang, memasuki tahun kedua, dia ingin memperbesar usahanya. dari hanya sebuah warung menjadi sebuah restoran. Untuk membuka restoran tersebut dirinya membutuhkan modal. sebesar Rp100.000.000. Demi mendapatkan modal sebesar Rp100.000.000. dia menjual kepemilikan usahanya kepada dua orang temannya. Restoran tersebut pun diwujudkan dengan tiga orang sebagai pemiliknya. Sang pedagang nasi goreng memiliki 40%. karena menyetor Rp40.000.000. teman A memiliki 30% karena menyetor Rp30.000.000. dan teman B juga memiliki 30%. Sang pedagang, teman A dan teman B. memiliki restoran tersebut. dan bukti mereka memilikinya disebut sebagai saham. Dan setiap pemegang saham mendapatkan keuntungan. bila perusahaan tersebut untung. dan, bila sebaliknya. bila perusahaan tersebut tidak mendapatkan keuntungan. pemegang saham akan rugi. Jika pada awalnya pemilik restoran nasi goreng tadi. mendapatkan keuntungan dan kerugian dia sendirilah yang menanggungnya.

Sekarang semua pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dan kerugian. sesuai dengan penghasilan perusahaan tersebut. dari sini, inilah bukti bahwa. saham itu merupakan bukti kepemilikan. dalam suatu usaha. Tindakan menjual saham demi meraih modal yang dilakukan sang pedagang nasi goreng pun. dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun kata yang digunakan berbeda. Apa yang dilakukan oleh pedagang nasi goreng tidak dapat. disetarakan dengan apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Perseroan Terbatas atau PT. menjual sahamnya kepada publik dengan mekanisme Initial Public Offering atau IPO. Dengan dilakukannya IPO ,. PT tidak lagi disebut sebagai perusahaan tetapi disebut sebagai emiten. karena kepemilikkan PT tersebut bisa dipegang oleh siapa saja yang berpartisipasi. Selain disebut sebagai emiten,. PT tersebut mendapatkan tambahan “Tbk” di belakang namanya. Contohnya PT Lippo Karawaci Tbk,. PT Bank Central Asia Tbk. Dan harga-harga saham tersebut beragam. Seperti PT Elnusa Tbk yang per lembar sahamnya seharga Rp332. dan contoh lainnya PT Unilever Indonesia Tbk yang per lembar. sahamnya seharga Rp44.000. Di sini bila Anda ingin berpartisipasi dalam pasar modal,. yang artinya membeli saham- saham emiten tersebut. Anda harus memiliki rekening di perusahaan sekuritas.

Baca Juga  Pengumuman Tahap Hasil Kelulusan Akhir Seleksi CPNS BEKRAF 2017 Setelah SKB

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang memiliki lisensi untuk menghubungkan anda. sebagai investor dan emiten, sebagai penyedia saham. Perusahaan yang merupakan sekuritas memiliki kata “Sekuritas” di namanya. Beberapa perusahaan sekuritas di Indonesia. adalah PT BNI Sekuritas,. PT Phillip Sekuritas Indonesia, dan PT Panin Sekuritas. Syarat untuk membuka rekening sekuritas adalah kartu identitas. (seperti KTP/Passport), buku tabungan dan NPWP. Namun bila tidak memiliki NPWP pun. tidak masalah — tentunya bila Anda mahasiswa. Mungkin Anda bertanya-tanya, sekuritas apa yang terbaik?. Jawabannya semua sekuritas di Indonesia itu kompetitif. Kualitas layanannya satu dengan yang lain benar-benar sudah cukup. jadi. tidak menjadi masalah sekuritas apa yang kalian gunakan. Mengenai modal pun tidak perlu sebesar yang kalian kira. Dengan Rp100.000 pun Anda bisa membuka rekening di sekuritas,. yakni PT Indopremier Sekuritas atau IPOT. Yang perlu diingat adalah saham apa yang ingin kalian beli. Setiap kali membeli saham diwajibkan untuk membeli 1 lot. yang berarti 100 lembar saham. Katakan Anda hendak membeli saham Unilever Indonesia di mana satu lembar sahamnya Rp44.000. maka dibutuhkan uang Rp4.400.000 ditambah pajak. Pajak yang dikenakan sangat kecil, yakni 0,1%. yang berarti bila dari total transaksi Rp10.000.000. hanya dikenakan pajak Rp10.000 atau 0,1%-nya. pada saat anda memiliki rekning di sekuritas. berarti anda bisa melakukan transaksi saham secara online. anda bisa membeli dan menjual saham melalui handphone anda. disini, dalam memiliki saham terdapat dua jenis keuntungan. capital gain. dan pembagian deviden. Katakan Anda membeli saham Bank Rakyat Indonesia yang berkode BBRI. Saat Anda membeli BBRI seharga Rp3.000 per lembar atau Rp300.000 per lot. dan Anda menjualnya di harga Rp3.300. atau Rp330.000. maka Anda sudah meraup keuntungan sebesar 10% dari kenaikkan Rp3.000 ke Rp3.300. Dari sini, bila modal Anda Rp10.000.000 maka Anda mendapatkan Rp1.000.000 sebagai keuntungan. Rp1.000.000 sebagai keuntungan. dan menjadikannya Rp11.000.000. Ini disebut capital gain. Bentuk lain keuntungannya adalah pembagian keuntungan perusahaan atau dividen. Ambil contoh BRI yang mengantongi keuntungan Rp29,04 triliun. sepanjang tahun 2017. Dari keuntungan tersebut. BRI membagikan Rp13,04 triliun. kepada pemegang sahamnya di 2018. Ini berarti bila Anda memegang saham BRI maka anda akan mendapatkan. cash Rp106 per lembar saham.

Baca Juga  Apa Maksudnya Dengan Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Selain capital gain dan dividen. anda akan mendapat keuntungan satu lagi yakni pengembangan diri. karena, pada saat Anda memegang sebuah saham,. Anda pun akan diundang kepada rapat umum pemegang saham. atau RUPS. pada saat RUPS, anda akan menemui berbagai macam orang. . Mempelajari apa yang dilakukan oleh direktur-direktur emiten-emiten tersebut. seperti emiten BRI, Unilever. Lippo Karawaci dan anda akan mempelajari. berbagai macam hal.bagaimana orang-orang ini. memimpin sebuah perusahaan. anda akan memperluas perkembangan diri anda. dan anda akan terdorong untuk aktif di dalam komunitas-komunitas saham tersebut. Nah, namun ada resikonya. sekarang mari kita lihat resiko dalam memiliki saham. Kerugian memiliki saham, pertama. adalah jika emiten tersebut bangkrut. Bila emiten bangkrut maka seluruh aset emiten tersebut akan dijual. dan pendapatan dari penjualan aset akan digunakan untuk membayar. utang, kewajiban, hingga yang paling terakhir. para pemegang saham. Kerugian kedua adalah capital loss. Katakan Anda membeli saham di harga Rp3.000 per lembar. dan harganya turun ke Rp2.700. Ini berarti Anda akan menerima kerugian dari penurunan harga. dari penjelasan ini,. anda bisa menilai sendiri bahwa saham,. sama seperti usaha lainya ada keuntungan, ada kerugian. ada resiko yang tentunya harus anda hadapi. namun,. apakah saham itu dapat disamakan dengan judi?. Judi adalah saat Anda melakukan taruhan demi mendapatkan keuntungan. bertransaksi saham. atau menjadi seorang investor memang memiliki dasar yang serupa,. yakni untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi elemen pentingnya adalah setiap transaksi saham. dilakukan dengan konsiderasi dan penilaian yang jelas.

Bila Anda seorang investor penilaian saham Anda. akan berdasarkan kekuatan fundamental perusahaan. Misalnya Anda membeli saham BRI. Saat Anda hendak membelinya terdapat penilaian seperti. arning per share, book value, price to earning ratio, debt to equity ratio. hingga ke hal-hal yang manajerial seperti. portofolio dan kompetensi para jajaran direksinya. Bila Anda seseorang yang bertransaksi saham secara cepat atau trader. maka penilaiannya adalah analisa teknikal seperti. moving average. trend saat ini apakah naik atau turun,. psikologis pasar dan seterusnya. Baik investor atau trader. keduanya mengambil keputusan dengan dasar yang amat sangat logis. Terlebih lagi di Indonesia terdapat saham-saham yang dinilai syariah. saham-saham syariah. didata dan dikumpulkan dalam beberapa indeks seperti. Jakarta Islamic Index dan Indeks Saham Syariah Indonesia. dari penjelasan kita di awal mengenai saham,. resikonya, keuntunganya dan perbedaan saham dengan judi. anda dapat menilai bahwa saham. merupakan salah satu sarana investasi. yang ada resiko yang harus anda pilih dengan cermat. antara saham, emas dan reksadana.

Baca Juga  Jenis-Jenis Penyakit yang Terdapat Pada Telinga

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.