Apa Yang Menjadi Objek Pengamatan IPA

Apa Yang Menjadi Objek Pengamatan IPA

Tentang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Ilmu Pengetahuan Alam yang biasa kita singkat dengan IPA yaitu ilmu yang berkembang dari hasil pengamatan para ilmuwan zaman dahulu. Para ilmuwan mempelajari semua hal yang terjadi di alam ini melalui serangkaian penelitian yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengantarkan para ilmuan pada pemahaman mengenai apa dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Pengamatan yang dilakukan para ilmuan tersebut nantinya dapat dijadikan sebuah hipotesis atau perkiraan, sebelum nantinya dijadikan suatu teori. Teori yang ditemukan oleh para ilmuwan dapat digunakan untuk menguak kejadian atau fenomena alam yang terjadi. Banyak hasil penemuan para ilmuan yang sudah dimanfaatkan, seperti televisi, komputer, bibit tanaman, pupuk, dan lain sebagainya.

Pengamatan Ilmiah Dalam IPA

Pengamatan dapat diartikan sebagai proses mengamati, memperhatikan, dan mengenali suatu objek atau fenomena. Pengamatan bisa berlangsung dengan dua cara, pertama pengamatan kualitatif yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat indra tanpa menggunakan alat ukur dan satuan baku. Kedua pengamatan kuantitatif, yaitu pengamatan yang menggunakan alat ukur dan satuan baku. Kegiatan pengamatan dalam IPA biasanya menggabungkan dua jenis pengamatan tersebut untuk memahami fenomena yang diimplementasikan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu penyelidikan dan pengukuran.

  1. Penyelidikan

Kegiatan pertama yang mengawali proses pengamatan yaitu penyelidikan. Proses ini berfungsi mengamati bagian-bagian objek yang bisa dilakukan dengan panca indera. Proses ini dapat menjadi langkah awal untuk memberikan arah kemana proses pengamatan selanjutnya.

Dalam IPA dikenal istilah yang dinamakan penyelidikan ilmiah, yakni penyelidikan yang mensyaratkan beberapa proses yang perlu dikuasai, diantaranya pengamatan, membuat inferensi, dan mampu mengkomunikasikan. Proses pengamatan melibatkan pancaindra dan alat ukur untuk melakukan pengukuran yang sesuai. Pengamatan berfungsi mengumpulkan data dan informasi. Inferensi yaitu memberikan penjelasan berdasarkan hasil pengamatan, penjelasan tersebut berfungsi untuk mengetahui pola dan hubungan antar bagian yang sedang diamati, serta membuat prediksi. Terakhir, hasil penyelidikan tersebut dikomunikasikan, baik secara lisan atau tulisan menggunakan grafik, bagan, tabel, dan gambar yang sesuai. Kemampuan penyelidikan ilmiah IPA merupakan keterampilan sepanjang hayat yang bisa digunakan dalam mempelajari berbagai macam ilmu, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pengukuran dalam Pengamatan

Dengan menggunakan pancaindra, pengamatan objek dapat dilakukan untuk memperoleh deskripsi dari suatu benda. Tetapi, seringkali cara tersebut belum cukup untuk memperoleh hasil yang tepat. Untuk itu, diperlukan cara lain yang bisa memberikan hasil yang akurat supaya bisa dikomunikasikan dengan orang lain. Hal ini bisa diperoleh dengan cara melakukan pengukuran. Mengukur bisa diartikan sebagai membandingkan besaran yang diukur dengan alat ukur yang sesuai. Sesuatu yang diukur disebut besaran, sedangkan besaran sejenis yang dipakai disebut satuan. Dengan cara seperti ini, objek yang sedang diselidiki hasilnya bisa disajikan dalam bentuk angka-angka hasil pengukuran atau kuantitatif.

Baca Juga : Jelaskan Fungsi Darah Bagi Tubuh Adalah Sebagai Berikut

Langkah-langkah pengamatan dalam IPA atau pengamatan ilmiah IPA, diantaranya :

  • Pengamatan. Pengamatan berkaitan dengan penggunaan pancaindra, termasuk di dalamnya melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Tujuan dilakukannnya pengamatan yaitu untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai objek yang sedang diamati.
  • Pembuatan Inferensi. Pembuatan inferensi yaitu membuat deskripsi berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, penjelasan tersebut digunakan untuk menemukan pola atau hubungan antar aspek yang diamati dan membuat perkiraan atau hipotesis.
  • Mengomunikasikan. Mengkomunikasikan merupakan tahap memberitahu orang-orang mengenai hal-hal yang telah diamati. Hal yang dikomunikasikan dapat berupa tabel, grafik, atau gambar yang relevan, video dan juga tulisan.

Manfaat Pengamatan Ilmiah IPA

Dengan belajar pengamatan ilmiah IPA, dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya :

  • Dapat memahami berbagai hal di lingkungan sekitar.
  • Dapat meningkatkan kualitas hidup.
  • Dapat membantu dalam menyelesaikan masalah.
  • Mampu berpikir logis dan sistematis, yaitu dapat membuat terbiasa berpikir secara berurutan, dan menggunakan logika ilmiah dalam menyimpulkan sesuatu hal.

Baca Juga : Jelaskan Fungsi Membran Sel Pada Sel Tumbuhan dan Hewan

Pengamatan digunakan untuk mencari metode ilmiah dan teori dalam menjawab pertanyaan ilmiah. Dalam pengamatan ilmiah IPA yang diamati yaitu semua benda yang ada di alam dan interaksinya, mulai dari yang terkecil seperti atom, bakteri, atau virus, sampai yang besar seperti matahari, bumi, dan jagat raya.

Fokus Pengamatan Ilmiah IPA

Fokus pengamatan IPA diantaranya kimia, fisika, biologi, ilmu bumi dan antariksa, berikut penjelasannya :

  • Kimia, yaitu meliputi penyelidikan mengenai penyusunan dan perubahan zat.
  • Fisika, yaitu mempelajari mengenai aspek mendasar alam.
  • Biologi, yaitu mempelajari mengenai sistem kehidupan dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas.
  • Ilmu bumi dan antariksa, yaitu mempelajari asal muasal bumi, perkembangannya, planet-planet, bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya.

Objek Pengamatan Dalam IPA

Proses fenomena alam yang terjadi ada yang melibatkan makhluk hidup (gejala biotik) dan ada yang melibatkan unsur-unsur lain kehidupan bumi, seperti tanah, udara, air, dan api (gejala abiotik). Untuk memudahkan pengkajian, semua fenomena yang menjadi objek pengamatan dalam IPA dapat dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu objek, tempat, dan cara. Berikut penjelasan ketiganya :

  1. Objek

Objek yang dipelajari dalam IPA yaitu seluruh benda yang terdapat di alam dengan segala hubungannya untuk dikaji pola-pola keteraturannya. Objek tersebut bisa berbentuk kecil sampai benda-benda ukuran besar. Objek berukuran kecil seperti partikel penyusun atom, bakteri, dan virus. Sedangkan benda-benda yang berukuran besar, seperti bumi, lautan, matahari, alam semesta, makhluk hidup (biotik) atau makhluk tak hidup (abiotik).

  1. Tempat

Pengamatan objek biotik maupun abiotik bisa dilakukan sesuai pengukuran apa yang akan dilakukan. Pengamatan bisa dilakukan di alam terbuka atau bisa dilakukan di sebuah tempat khusus. Tempat khusus untuk melakukan pengamatan tersebut yaitu laboratorium. Di laboratorium macam-macam alat pengukuran. Misalnya seperti mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda biotik berukuran kecil.

  1. Cara

Dalam melakukan pengamatan IPA, diperlukan suatu cara atau metode yang bisa membuat pengukuran menjadi lebih mudah dan sistematis. Umumnya metode yang dipakai dalam IPA yaitu metode ilmiah dengan tahapan-tahapan yang digunakan dalam setiap prosesnya. Tahapan tersebut antara lain :

  • Merumuskan masalah
  • Mengumpulkan informasi
  • Membuat hipotesis
  • Melakukan eksperimen/percobaan
  • Membuat kesimpulan hasil eksperimen
  • Pengujian kesimpulan dengan eksperimen
  • Membuat kesimpulan akhir
  • Membuat laporan hasil percobaan
  • Dipublikasikan

Baca Juga : Jelaskan Fungsi Nukleus Pada Sel Tumbuhan dan Hewan

Untuk selengkapnya mengenai objek pengamatan IPA, dapat Anda download file Pdf nya dengan klik link di bawah ini :

Apa Yang Menjadi Objek Pengamatan IPA

Download RPP Objek Pengamatan IPA Pdf 1

Download RPP Objek Pengamatan IPA Pdf 2

Download Buku Guru IPA Kelas 7 Pdf 3

Demikian informasi mengenai objek pengamatan IPA. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa share dan kunjungi terus web site kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya hanya di dapurpendidikan.com

Baca Juga  Apa Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia Itu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.