Bagaimanakah Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Bagaimanakah Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Secara bahasa, inter artinya antar atau saling dan action berarti tindakan. Sedangkan secara etimologi, interaksi sosial adalah sebuah hubungan timbal balik antar sesama manusia. Sehingga interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang terjadi antar individu  dengan individu, individu dengan kelompok ataupun kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan berupa tindakan berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial dapat berlangsung dengan baik apabila aturan-aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

Ada dua bentuk interaksi sosial, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Contoh interaksi sosial asosiatif yaitu akomodasi, kerjasama, asimilasi dan akulturasi. Sedangkan contoh interaksi sosial disosiatif yaitu persaingan, kontraversi dan konflik sosial. Kemudian ada faktor-faktor pendorong interaksi sosial yang mendorong adanya hubungan sosial diantaranya imitasi, identifikasi, motivasi, simpati, sugesti dan empati.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Menurut Charles P.Loomis, ciri-ciri interaksi sosial diantaranya :

  • Terdapat dimensi waktu.
  • Komunikasi antar pelaku dengan simbol dan lambang.
  • Jumlah pelaku harus lebih dari satu orang.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, syarat terjadinya interaksi sosial diantaranya :

  1. Kontak sosial
  • Kontak sosial bernilai positif jika menghasilkan kerja sama, tetapi jika menyebabkan pertikaian maka kontak sosial bernilai negatif.
  • Kontak sosial bersifat primer jika interaksi secara langsung, tetapi jika melalui perantara kontak sosialnya bersifat sekunder.
  1. Komunikasi
  • Komunikator atau penyampai pesan.
  • Komunikan atau penerima pesan.
  • Pesan yakni segala informasi yang disampaikan oleh komunikator.
  • Media yakni sebagai sarana dan prasarana untuk menyampaikan pesan.
  • Efek yakni suatu perubahan yang diperoleh komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

Jenis Interaksi Sosial

  • Interaksi sosial antar individu, misalnya seperti ketika berbicara dengan orang lain. Interaksi sosial antar individu dengan kelompok misalnya seperti ketika guru mengajar muridnya.
  • Interaksi sosial antar kelompok dan kelompok, misalnya seperti ketika tim basket melawan tim lainnya pada saat pertandingan bola basket nasional

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Faktor pendorong interaksi sosial berasal dari dalam dan dari luar diri manusia.

  1. Faktor dari dalam diri manusia, yaitu :
  • Dorongan sebagai upaya memenuhi kebutuhan.
  • Dorongan sebagai makhluk sosial.
  • Dorongan sebagai upaya untuk mengembangkan diri.
  1. Faktor dari luar diri manusia, yaitu :
  • Imitasi, adalah tindakan meniru seseorang baik itu sikap, gaya hidup, dan hal-hal yang dimiliki orang tersebut.
  • Identifikasi, adalah tindakan yang dilakukan seseorang agar sama dengan orang yang ditiru. Beda dengan imitasi, jika imitasi hanya meniru sikap atau gaya hidupnya saja, tetapi identifikasi lebih meniru keseluruhan orang yang ingin ditirunya.
  • Sugesti, adalah pengaruh yang diberikan seseorang kepada orang lain atau kelompok lain sehingga orang yang tersugesti bisa melakukan hal yang diperintah oleh orang yang mensugesti
  • Motivasi, adalah rangsangan atau pengaruh positif yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain supaya orang yang mendapatkan motivasi bisa menuruti hal yang dimotivasikan secara kritis dan tanggung jawab.
  • Simpati, adalah proses kejiwaan dimana seorang individu merasa tertarik dengan seseorang baik karena sikapnya, penampilannya atau perbuatannya.
  • Empati, adalah perasaan kejiwaan seseorang dengan perasaan yang dalam.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial menyebabkan terjadinya bentuk-bentuk sosial, yakni :

  1. Proses Sosial Assosiatif

Proses sosial asosiatif merupakan proses sosial yang menyebabkan terbentuknya persatuan atau integrasi sosial serta sebagai upaya mengatasi masalah sosial dan mendorong terbentuknya pranata, lembaga atau organisasi sosial. Berikut yang termasuk proses asosiatif, diantaranya :

  • Kerja sama, yakni usaha bersama antar individu dengan individu lainnya.
  • Akomodasi, yakni upaya kerja sama yang dilakukan oleh individu dengan individu lainnya untuk menghindari pertikaian antar sesama.
  • Asimilasi, yakni upaya menghasilkan kesepakatan berdasarkan tujuan dan kepentingan sesama supaya mengurangi perbedaan antar individu.
  • Akulturasi, yakni hasil perpaduan dua kebudayaan berbeda yang membentuk dua kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri-ciri kebudayaan dari masing-masing.
  1. Proses Sosial Disosiatif

Proses sosial disosiatif merupakan cara melawan seseorang atau sekelompok orang supaya mencapai tujuan tertentu. Berikut yang termasuk proses disosiatif, diantaranya :

  • Persaingan, yakni proses sosial seseorang yang bersaing dengan orang lain, tetapi persaingan ini harus dilaksanakan dengan cara yang sportif
  • Kontravensi, yakni proses sosial yang terjadi di antara persaingan dan pertentangan. Dalam hal ini lawan tidak menyerang secara fisik, tetapi secara psikologis dia menjadi tidak tenang.
  • Konflik, yakni proses sosial yang membuat pihak satu menyingkirkan pihak yang lain melalui cara yang membuatnya tidak berdaya

Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial atau juga disebut sebagai lembaga kemasyarakatan merupakan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia ketika mereka menjalani kehidupan bermasyarakat untuk tujuan memperoleh keteraturan hidup.

Berikut beberapa pengertian mengenai lembaga sosial, diantaranya :

  • Koentjaraningrat mengemukakan bahwa lembaga sosial merupakan suatu tata kelakuan yang berpusat pada aktifitas sosial dalam memenuhi kebutuhan khusus terhadap kehidupan masyarakat.
  • Hoartan dan Hunt mengemukakan bahwa lembaga sosial merupakan sistem norma yang dipakai dalam mencapai tujuan, kegiatan yang dipandang penting oleh masyarakat secara formal ataupun sekumpulan tata kelakuan yang berfokus pada kegiatan manusia. Dengan kata lain lembaga adalah pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial proses yang tersusun untuk melakukan interaksi sosial.
  • Robert Mac Iver dan C.H. page mengemukakan bahwa lembaga sosial merupakan suatu tata cara yang diciptakan dalam mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat.
  • Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa lembaga sosial merupakan kelompok norma-norma yang berasal dari segala tingkatan untuk memenuhi kebutuhan sosial tanpa memandang contoh status sosial dalam kehidupan masyarakat.
  • Lepold Von Weise dan Becker mengemukakan bahwa lembaga sosial merupakan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang sesuai dengan minat sehigga dapat memelihara hubungan sosial tersebut.

Fungsi lembaga sosial diantaranya memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Jenis-jenis lembaga sosial seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga keluarga, lembaga agama, lembaga politik, lembaga kesehatan, lembaga budaya, lembaga hukum, dan lain sebagainya.

Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial

Munculnya lembaga sosial bisa melalui dua cara, diantaranya :

Secara tidak terencana, yakni lembaga sosial lahir secara bertahap karena lembaga ini terjadi saat masyarakat menghadapai masalah yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Contoh masyarakat zaman dahulu masih menggunakan sistem barter, tetapi karena sistem barter ini kurang efisien maka dibuat alat pembayaran. Alat pembayaran tersebut adalah berupa uang sehingga muncul lembaga keuangan seperti bank.

Secara terencana, yakni lembaga sosial yang ada setelah melalui proses perencanaan yang matang dimana seseorang atau kelompok orang yang merencanakan tersebut merupakan individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang. Contoh pada daerah yang mempunyai kepadatan penduduk. Untuk mengatasi kepadatan penduduk pada daerah tersebut, pemerintah mengkaji dan menganalisa masalah yang membuat kepadatan penduduk tersebut terjadi sehingga pemerintah melakukan adanya transmigrasi, supaya mengurangi kepadatan penduduk di daerah tersebut.

Tipe-tipe Lembaga Sosial

Tipe lembaga sosial dapat dibedakan menjadi :

  1. Berdasarkan sudut nilai yang diterima masyarakat, diantaranya :
  • Basic institution, yakni lembaga sosial yang dianggap penting dalam memelihara tata tertib dalam msyarakat. Contoh keluarga, sekolah, dan negara sebagai lembaga dasar paling dasar dan pokok.
  • Subsidiary institution, yakni lembaga sosial meliputi hal dalam masyarakat yang hal tersebut dianggap kurang penting.
  1. Berdasarkan sudut fungsinya
  • Operative institution, yakni lembaga sosial yang mengumpulkan pola-pola atau metode yang dibutuhkan pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial oleh masyarakat yang bersangkutan. Comtoh lembaga ekonomi.
  • Regulative institution, yakni lembaga sosial yang mempunyai tujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contoh lembaga hukum dan politik seperti kejaksaan.
  1. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat
  • Approved atu social sanctioned institution, yakni lembaga sosial yang telah diterima msyarakat. Contoh sekolah atau perusahaan dagang.
  • Unsanctioned institution, yakni lembaga sosial yang ditolak masyarakat dan msayarakat tersebut tidak mampu untuk memberantasnya. Contoh organisasi kejahatan.
  1. Berdasarkan sudut perkembangan, lembaga sosial terdiri dari cresive institution, yakni lembaga yang tidak sengaja tumbuh melalui adat istiadat dalam masyarakat. Contoh lembaga agama, pernikahan dan lain sebagainya.
  2. Berdasarkan sudut penyebarannya
  • General institution, yakni lembaga sosial yang diketahui oleh sebagian besar masayarakat. Contoh lembaga agama.
  • Restrikted institution, yakni lembaga sosial yang hanya diketahui oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh islam, katolik, hindu, protestan, dan budha.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Interaksi sosial berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan juga dalam adanya lembaga sosial. Tidak ada hubungan antar manusia atau antar kelompok tanpa adanya interaksi sosial. Oleh sebab itu, penting adanya interaksi sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Tugas dan Wewenang Lembaga Negara

Adanya lembaga sosial juga merupakan pengaruh dari interaksi sosial. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat dan timbulnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sejumlah lembaga sosial untuk kelangsungan hidup masyarakat. Adanya kebutuhan manusia mengharuskan adanya interaksi sosial dan mendorong terbentuknya lembaga sosial. Lembaga sosial terbentuk berdasarkan keteraturan bentuk sosial.

Berikut beberapa tahapan untuk mencapai keteraturan sosial, yakni :

  • Adanya tertib sosial, yaitu keteraturan yang terjadi karena adanya norma.
  • Adanya order, yaitu tahapan masyarakat yang mulai menerima dan memandang tata tertib.
  • Adanya keajegan, yaitu tahapan dimana interaksi sosial, norma dan ciri-ciri nilai sosial mulai menemukan kesesuaian dalam msayarakat.
  • Adanya pola, yaitu tahapan dimana keajegannya diulang sehingga mampu membentuk pola perilaku masayarakat. Dalam tahap ini, perilaku sosial, norma dan nilai-nilai sosial sudah menjadi suatu perwujudan dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh manusia.

Dari interaksi sosial, menusia satu dengan manusia yang lain akan saling bertemu dan mereka dapat membentuk kelompok sosial. Kelompok sosial akan membutuhkan yang namanya kebutuhan. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui lembaga sosial. Kelompok-kelompok sosial terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik, seperti kesamaan kepentingan, kesamaan darah dan keturunan, kesamaan ideologi, dan kesamaan politik. Berikut beberapa kategori interaksi sosial sebagai lembaga sosial, diantaranya :

  • Suatu tata kelakuan yang baku, yaitu berupa norma dan adat istiadat secara tertulis ataupun lisan.
  • Suatu kelompok manusia yang melaksanakan kegiatan bersama-sama sesuai dengan norma dan nilai sosial yang ada dalam kegiatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan.
  • Suatu pusat kegiatan yang mempunyai fungsi pemenuhan kebutuhan anggota masyarakat.

Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghormati, menghargai, hidup rukun, dan gotong royong sehingga menghindari kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat. Kemudian sikap-sikap tersebut dapat menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.

Contoh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial

  • Kebutuhan akan kesehatan dan pengobatan, untuk itu butuh adanya interaksi antara dokter atau perawat dan pasien sehingga mendorong terbentuknya lembaga kesehatan seperti rumah sakit atau klinik pengobatan.
  • Kebutuhan sandang atau pakaian mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti pasar atau swalayan.
  • Kebutuhan menyelesaikan masalah pelanggaran dan penyimpangan sosial, untuk itu membutuhkan adanya interaksi antara hakim dan pelaku sehingga mendorong terbentuknya lembaga hukum seperti pengadilan atau kantor hukum.
  • Kebutuhan untuk perkawinan mendorong terbentuknya lembaga sosial yakni KUA.
  • Kebutuhan akan pendidikan, untuk anak-anak membutuhkan adanya interaksi antara guru dan murid sehingga mendorong terbentuknya lembaga pendidikan seperti sekolah atau tempat belajar-mengajar lainnya.
  • Kebutuhan adanya listrik mendorong terbentuknya lembaga sosial yakni PLN.
  • Kebutuhan menjalin persaudaraan dan menambah ilmu agama, untuk itu butuh interaksi antar masyarakat seagama sehingga mendorong terbentuknya lembaga agama seperti majelis agama atau kelompok mengaji.
  • Kebutuhan adanya transpotasi mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti perusahaan bus.
  • Kebutuhan modal yang dapat diperoleh dari kreditur dan debitur mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti bank.
  • Kebutuhan adanya keamanan lingkungan mendorong terbentuknya lembaga sosial seperti siskamling.

Dan masih banyak kebutuhan-kebutuhan yang lain dan memunculkan lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat.

Untuk selengkapnya mengenai materi pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial, dapat Anda download file Pdf nya dengan klik link di bawah ini :

Bagaimanakah Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Download Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial Pdf

Demikian informasi mengenai pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa share dan kunjungi terus web site kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya hanya di dapurpendidikan.com

Baca Juga  Apa Itu Yang Di Maksud Hernia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.