Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Pengertian Pendidikan dan Lembaga Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Lembaga pendidikan merupakan badan yang berusaha mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. Dalam hal ini yaitu pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian atau keterampilan. Selain itu, lembaga pendidikan berperan dalam upaya pembentukan kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, pengendalian diri, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan oleh individu.

Jenis-Jenis Lembaga Pendidikan di Indonesia

Lembaga pendidikan di Indonesia terdiri dari jalur formal, nonformal, dan informal. Berikut beberapa jenis atau bentuk lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu :

  1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Ciri-ciri Lembaga Pendidikan Formal

Berikut ciri-ciri pendidikan formal, diantaranya :

  • Ada semacam persyaratan usia dan pengelompokan usia ke dalam kelas-kelas tertentu.
  • Adanya jadwal yang sudah dirancang sebelumnya.
  • Materi pelajaran yang diajarkan disusun berdasarkan kurikulum.
  • Umumnya, kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas.
  • Proses belajar diatur secara tertib, terstruktur, dan terkendalikan.
  • Masa studi peserta didik dibatasi dalam kurun waktu tertentu.
  • Terdapat sistem evaluasi, laporan hasil belajar, dan ada semacam penghargaan yang diberikan dalam bentuk sertifikat, ijazah serta surat tanda tamat belajar.
  1. Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang bisa dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Contoh pendidikan nonformal yaitu Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK).

Ciri-ciri Lembaga Pendidikan Nonformal

Berikut ciri-ciri pendidikan nonformal, diantaranya :

  • Waktu belajar lebih singkat dibandingkan pendidikan formal.
  • Materi pelajaran bersifat praktis dan bisa segera dimanfaatkan.
  • Program pendidikan disesuaikan dengan pemenuhan kebutuhan belajar yang sifatnya mendesak.
  • Tidak mengenal kelas atau jenjang secara ketat.
  • Tujuan pendidikan adalah untuk menaikkan status sosial ataupun menciptakan pekerjaan.
  • Waktu dan tempat belajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik serta lingkungannya.
  1. Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga dan Iingkungan sekitar. Contoh pendidikan informal yaitu sosialisasi oleh orang tua terhadap anak-anaknya yang ada dalam lingkungan keluarga. 

Ciri-Ciri Pendidikan Informal

Berikut ciri-ciri pendidikan informal, diantaranya :

  • Dapat berlangsung tanpa adanya guru, cukup dengan anggota keluarga.
  • Tidak terikat oleh ruang dan waktu.
  • Tidak menggunakan metode tertentu seperti halnya dalam dunia pendidikan formal.

Bentuk-Bentuk Lembaga Pendidikan

Bentuk-bentuk lembaga pendidikan, diantaranya :

  1. Lembaga Pendidikan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang paling utama, sebab dalam keluarga, anak-anak memperoleh bimbingan dan paling banyak memperoleh pendidikan. Selain itu, keluarga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah.

  1. Lembaga Pendidikan Sekolah 

Pendidikan sekolah merupakan lembaga pendidikan yang diperoleh secara teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal yang membentuk kepribadian anak didik dan bertujuan untuk mencapai tiga faktor yakni aspek kognitif, afektif, psikomotorik. Dilihat dari sudut Tingkatan, Menurut UU Nomor 20 Tahun 2004, jenjang pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan Dasar, terdiri atas Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/MTs. Pendidikan Menengah, terdiri dari SMA/MA dan SMK/MAK. Pendidikan Tinggi, terdiri dari Akademi, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas. Sedangkan dilihat dari sifatnya yakni  Sekolah Umum dan Sekolah Kejuruan.

  1. Lembaga Pendidikan di Masyarakat

Masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Pendidikan di lingkungan masyarakat merupakan pendidikan nonformal yang bertujuan sebagai penambah atau pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Peran masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan nasional diantaranya menciptakan suasana yang bisa menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelengglarakan pendidikan swasta dan yang lainnya.

Baca Juga : Jelaskan Penyebab Keberagaman Suku Bangsa Dan Budaya Di Indonesia

Tripusat pendidikan saling berhubungan dan berpengaruh. Hubungan ketiga pusat pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dengan tujuan yakni menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara optimal. Untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu dengan menjadikan manusia yang seutuhnya, mempunyai integritas, berjati diri, dan martabat. Supaya fungsi pendidikan bisa tercapai dengan baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Fungsi lembaga pendidikan, diantaranya :

  • Memenuhi ­keperluan di dalam proses pendidikan.
  • Agar  individu menjadi anggota masyarakat yang berguna.
  • Sebagai upaya sistematis untuk mengajarkan hal-hal yang tidak bisa dipelajari secara mudah dalam lingkungan keluarga.

Peran dan Fungsi Lembaga Pendidikan

Setiap lembaga pendidikan mempunyai dua fungsi yang berbeda, yaitu fungsi manifes dan fungsi laten. Berikut penjelasannya :

Fungsi Manifes Lembaga Pendidikan

Fungsi manifes lembaga pendidikan, diantaranya :

  • Menanamkan keterampilan dalam demokrasi. Hal ini karena pendidikan menjadi salah satu cara mewujudkan partisipasi aktif untuk mewujudkan iklim demokrasi.
  • Transmisi kebudayaan masyarakat, yakni mewariskan nilai-nilai budaya bangsa kepada generasi muda atau penerus bangsa.
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk memngembangkan potensi dan mempersiapkan mereka untuk bekerja mencari nafkah. Lembaga pendidikan formal atau nonformal memberikan keterampilan pada peserta didik supaya mampu mencari nafkah dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
  • Mengembangkan kebudayaan untuk melakukan inovasi-inovasi sosial dan teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  • Menyediakan tenaga pembangunan. Pendidikan berperan menyediakan tenaga terlatih, terdidik, dan terampil agar mampu mensukseskan program pembangunan.
  • Menciptakan warga negara yang patriotik melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa.
  • Membuka kesempatan dalam memperbaiki nasib. Melalui pendidikan, seseorang bisa meraih pekerjaan supaya mampu mensejahterakan diri sendiri dan orang lain.
  • Mengembangkan kemampuan berfikir secara rasional dan bebas.
  • Mengajarkan nilai dan norma di lingkungannya. Pendidikan sebagai agen sosialisasi sekunder melakukan proses sosialisasi nilai dan norma dalam masyarakat supaya terinternalisasi dalam diri peserta didik.
  • Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri dan membentuk kepribadian.
  • Mengajarkan peranan sosial. Sekolah mengajarkan peserta didik mengenal peran dan tanggungjawab yang harus dilakukan dalam masyarakat.
  • Menjamin adanya integrasi sosial untuk menjaga keutuhan masyarakat.
  • Memperkaya kehidupan dengan berkembangnya cakrawala intelektual.

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Fungsi ini merupakan fungsi tidak langsung, sebab tidak sertamerta dirasakan oleh masyarakat. Fungsi laten lembaga pendidikan merupakan fungsi dari konsekuensi lembaga pendidikan yang tidak dikehendaki dan bisa diramalkan, diantaranya :

  • Memperpanjang masa ketidakdewasaan dan menunda peralihan masa kedewasaan anak. Anak yang melanjutkan sekolah, berarti hal tersebut menunda masuknya anak dalam dunia kerja, yang menyebabkan ketergantungan pada keluarga. Ketergantungan inilah yang akan berdampak bagi proses sosial anak sebagai generasi muda.
  • Menjadi saluran untuk mobilitas sosial dalam masyarakat. Seseorang yang berasal dari kalangan bawah, melalui lembaga pendidikan akan mampu mengejar cita-cita menjadi seorang yang professional dan bisa menempati kalangan atas.
  • Melunturnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua. Untuk itu, proses sosialisasi yang terjadi pada anak tidak bisa diketahui atau dikontrol oleh keluarga.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Dengan pendidikan yang diperoleh seseorang, dapat mempertahankan dan meningkatkan status sosial tersebut. Namun, tergantung dari sudut pandang masyarakat yang bersangkutan.
  • Melemahnya pengawasan orang tua. Untuk melanjutkan pendidikan, ada yang keluar dari daerah atau kotanya, sehingga akan membentuk lingkungan sendiri yang terpisah dari lingkungan keluarga, hal tersebut akan menghilangkan kontrol sosial keluarga terhadap anak. Lemahnya pengawasan orang tua dapat berdampak pada pembentukan identitas baru anak, yakni proses penyesuaian diri dengan lingkungan barunya.

Contoh Lembaga Pendidikan

Contoh lembaga pendidikan yang ada diantaranya lembaga pendidikan formal seperti tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi (PT). Contoh lembaga pendidikan nonformal seperti pelatihan menjahit, pelatihan memasak, dan lain-lain. Sedangkan untuk contoh pendidikan lembaga pendidikan informal seperti keluarga yang selalu membimbing dan melindungi setiap anggota dalam keluarganya.

Pendidikan dapat membantu seseorang meraih cita-cita yang diinginkannya. Melalui lembaga pendidikan, seseorang dididik untuk menjadi sosok yang berguna di masa depan. Oleh sebab itu, berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mensukseskan lembaga pendidikan diantaranya dengan mempunyai komitmen dalam din untuk berjuang meraih prestasi, menjauhi kegiatan yang tidak berguna dan negatif, serta belajar dari orang yang lebih berpengalaman dan berprestasi.

Untuk selengkapnya mengenai materi fungsi laten lembaga pendidikan, dapat Anda download file Pdf nya dengan klik link di bawah ini :

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Download Materi Fungsi Laten Lembaga Pendidikan Pdf

Demikian informasi mengenai fungsi laten lembaga pendidikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa share dan kunjungi terus web site kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya hanya di dapurpendidikan.com

Baca Juga  Ciri-Ciri Negara Demokrasi Menurut Para Ahli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.