Hadits Tentang Kebersihan Sebagian Dari Iman

Hadits Tentang Kebersihan Sebagian Dari Iman

Pengertian Kebersihan

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tentunya kita perlu kondisi badan yang sehat agar aktivitas sehari-hari kita berjalan dengan lancar. Kunci terwujudnya kesehatan adalah kebersihan. Kebersihan merupakan upaya manusia dalam memelihara diri dan lingkungannya dari hal-hal yang kotor dan juga keji dalam rangka mewujudkan serta melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Jika diri dan lingkungan kita kotor, hal ini dapat merusak keindahan dan dapat menyebabkan adanya berbagai penyakit.

Dalam islam kebersihan sangatlah penting, sehingga orang yang membersihkan diri atau mengusahakan kebersihan akan dicintai oleh Allah Swt. sebagaimana firman Allah Swt.

Artinya : “……..Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan / membersihkan diri”. (Al-Baqarah : 222)

Kebersihan bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman. Sehingga dalam islam, kebersihan memiliki aspek ibadah dan juga aspek moral. Selain itu, orang muslim dilarang untuk meminum minuman yang dapat mengancam keselamatan atau kesehatan diri. Hal ini juga dipertegas dalam Al-Quran surat Al-Maidah : 90.

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

Di dalam kitab-kitab fikih atau ajaran hukum islam, hal-hal mengenai kebersihan disebut thaharah yang secara etimologi artinya kebersihan. Makna thaharah mencakup aspek bersih lahir dan bersih batin. Bersih lahir yang berarti terhindar dari segala kotoran, hadas dan najis. Bersih batin yang berarti terhindar dari sikap dan sifat tercela.

Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan bagi setiap umatnya. Apabila kita sebagai umat muslim hendak mengerjakan shalat, diwajibkan agar kita bersih dari hadas dan najis, baik badan, pakaian, ataupun tempat untuk shalat.

Hadits-Hadits Tentang Kebersihan

Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang menekankan agar selalu manjaga kebersihan bagi seluruh umat islam, diantaranya :

Hadis 1

Artinya:

Dari Abu Sa’id berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Kunci dari salat adalah bersuci.” (H.R. At-Tirmizi: 221)

Hadits 2

Artinya :

Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih. (HR. Baihaqi)

Kandungan hadist tersebut :

  • Allah Swt. adalah dzat yang bersih, mulia, baik, dan bagus. Umat islam harus mempunyai sifat yang bersih terutama dalam hal kebersihan lingkungan tempat tinggal.
  • Agama islam adalah agama yang lurus dan bersih dari ajaran kesesatan. Untuk itu, seorang muslim harus memiliki perilaku yang bersih dan hati yang suci dari perkara hawa nafsu. Orang muslim yang demikian dijanjikan oleh Allah Swt. akan masuk surga.
  • Islam adalah agama yang suci sebab agama islam mencintai kebersihan.
  • Hukumnya wajib menjaga kebersihan lahir dan batin bagi umat islam.

Hadis 3

Hadist merupakan sumber hukum islam kedua setelah Al-Quran, di dalamnya memuat tentang penjelasan ayat-ayat Al-Quran sekaligus sebagai penguat hukum. Seperti firman Allah Swt. dalam surah Al- Baqarah ayat 222.

Artinya :

“SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri”.

Rasulullah bersabda :

Kebersihan itu mengantarkan kepada keimanan dan keimanan itu menyertai pemiliknya di surga. (Riwayat Ath-Thabrani) .

Sesungguhnya Islam itu bersih, hendaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih. (H.R. Khatib)

Hadis 4  

Artinya : 

“Dan kebersihan itu menyeru kepada keimanan, sedangkan keimanan bersama pemiliknya di dalam surga”.

Kandungannya :

Kebersihan dapat diterapkan dalam masalah ibadah, kita bisa ambil contoh dalam mendirikan shalat. Sebelum kita sholat, tentunya badan kita harus suci atau bersih terlebih dahulu. Ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an, “Hai orang-orang yang beriman apabila kalian hendak mendirikan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (cucilah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Q.S. Al-Maidah [5]: 6).

Hadist 5

Artinya :

Membersihkan hati dari segala bentuk kemusyrikan terhadap Alloh swt, juga membersihkan hati di dalam beribadah kepadaNya, dan juga membersihkan diri dari berbagai sifat yang tercela.

Makna membersihkan hati dari segala bentuk kemusyrikan terhadap Allah swt, dalam pengertian an-nadzopatul bathin yaitu membersihkan hati dari segala bentuk i’tiqad yang bisa menjerumuskan dalam kemusyrikan.

Jadi yang dipikirkan yaitu kewajiban kepada Allah Swt. dengan ikhlas. Keikhlasan seperti ini yaitu keikhlasan yang dimaksud dalam ayat :

Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali untuk menyembah Allah swt dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama yang lurus (Q.S Al-Bayinah : 5)

Adapun definisi dari an-nadzopatul dzohir atau hisi adalah :

Artinya :

membersikan diri dari hadats ataupun sebangsanya (junub), ataupun membersihkan kotoran dengan niat karena Alloh ta’ala.

kebersihan seperti inilah (kebersihan menurut syar’i), baik itu dalam arti an-nadzopatul bathin ataupun an-nadzopatul dzohir, ialah maksud dari kata “kebersihan” yang ada dalam salah satu hadits Rosulalloh saw :

Artinya :

Kebersihan merupakan salah satu juz dari iman (HR.Muslim)

Dan an-nadzopatul bathin (kebersihan batin) ini lebih utama dari an-nadzopatul dzohir (kebersihan dzohir) Wallohu a’lamu bish-showab.

Hadits 6

Rasulullah SAW memberikan perhatian mengenai kebersihan dalam lima perkara seperti hadist berikut ini :

Artinya : 

Lima perkara berupa fitrah, yaitu : memotong bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku. (HR. Jama’ah)

Dari hadits tersebut, yang perlu diperhatikan dalam kebersihan yaitu :

  • Memotong bulu kemaluan. Hal tersebut dimaksudkan agar kotoran dan bibit penyakit yang ada disekitarnya bisa dibersihkan.
  • Berkhitan, yaitu memotong kulup (kulit yang menutupi ujung kemaluan) dengan maksud agar memudahkan membersihkannya sehingga tidak ada sisa dari najis.
  • Memotong kumis. Hal tersebut dimaksudkan supaya tidak ada kotoran dibawah lubang hidung yang mungkin terhisap pada saat bernafas.
  • Mencabut Bulu Ketiak. Hal tersebut supaya tidak ada kotoran yang terlindungi oleh bulu ketiak yang sulit dibersihkan.
  • Memotong Kuku. Hal tersebut supaya tidak ada kotoran dari ujung jari yang terhalang oleh kuku.

Hadits 7

Artinya :

Kebersihan itu sebagian dari iman. (HR. Ahmad)

Kandungan hadist tersebut :

  • Seluruh umat Islam wajib menjaga kebersihan lahir dan batin.
  • Menjaga kebersihan lahir dan batin adalah ciri-ciri sebagian dari iman dalam kehidupannya.
  • Hadits ini menerangkan tentang kebersihan merupakan sebagian dari iman. Hal ini berarti seorang muslim telah mempunyai iman yang sempurna apabila di dalam kehidupannya seorang muslim tersebut selalu menjaga diri, tempat tinggal dan lingkungannya dalam keadaan bersih dan suci baik yang bersifat lahiriyah ataupun batiniyah.

Hadits 8

Artinya :

Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan, bahwasanya Allah itu bersih, menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah menyukai keindahan, karena itu bersihkan tempat-tempatmu. (HR. Turmudzi)

Kandungan hadist tersebut :

  • Allah maha baik, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
  • Allah maha bersih atau suci, Allah mencintai orang-orang yang mencintai kebersihan atau kesucian.
  • Allah maha mulia, Allah mencintai orang-orang yang berakhlak mulia.
  • Allah maha Indah, Allah mencintai orang-orang yang berbuat keindahan
  • Orang yang beragama islam wajib memelihara lingkungan tempat tinggalnya
  • Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah Swt. merupakan dzat yang Maha Baik, Maha Suci, Maha Mulia dan Maha Indah. Supaya dicintai Allah, hendaknya kita senantiasa berbuat kebajikan, menjaga kebersihan lahir dan batin, mengagungkan Allah Swt. berbuat kemuliaan terhadap sesama manusia seerta menjadikan lingkungannya terlihat bersih dan indah.

Hadits 9

Artinya :

“Bahwasanya rasulullah bersabda, Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di jalan, ia menemukan dahan berduri, maka ia mengambilnya (karena mengganggunya). Lalu Allah Swt. berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya”. (HR. Bukhari)

Hadist 10

Artinya : 

“Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat”. (HR Bukhari)

Kandungan hadist tersebut :

  • Dalam hadis tersebut Rasulullah saw sebetulnya hendak mewajibkan umat Islam untuk selalu menggosok gigi setiap akan melaksanakan shalat. Akan tetapi, beliau khawatir hal tersebut dapat memberatkan umat Islam.
  • Kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Cara untuk memelihara kebersihan dan kesehatan gigi yaitu dengan menggosoknya. Sebab jika gigi tidak bersih dan tidak sehat bisa mengakibatkan timbulnya penyakit gigi serta bau mulut yang tidak sedap.

Hadist 11

Artinya:

Dari Abu Malik al-as’ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur’an adalah hujjah (argumen) dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba (selamat dari maksiat) dan ada kalanya rugi (terseret maksiat)  (H.R. Muslim: 328).

Kandungan hadist tersebut :

  • Hadis tersebut menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Maksudnya bahwa keimanan seseorang akan menjadi lengkap kalau dia dapat menjaga kebersihan. Dengan demikian, belum sempurnanya iman seseorang jika dia tidak dapat menjaga kebersihan.
  • Dalam hadis mengenai kebersihan tersebut, dirangkai dengan pernyataan Rasulullah sebagai berikut:
  • Kebersihan sebagian dari iman
  • Berzikir dengan membaca “Alhamdulillah” itu memenuhi mizan (timbangan) amal baik kelak  di hari kiamat.
  • Berzikir “Subhanallah walhamdulillah” pahalanya memenuhi kolong langit dan bumi.
  • Shalat itu cahaya bagi umat Islam
  • Shadaqah itu pelita bagi umat Islam
  • Sabar itu sinar bagi umat Islam
  • Al Quran merupakan pedoman hidup umat Islam.

Rangkaian hadits tersebut secara tidak langsung sebagai isyarat bahwa menjaga kebersihan merupakan hal yang penting dan utama, seperti halnya keutamaan dari zikir, shalat, shadaqah, dan sabar.

Baca Juga : Hadits Tentang Toleransi

Kebersihan yang Perlu Dijaga

Kebersihan yang perlu dijaga, diantaranya :

  1. Kebersihan Lahiriyah

Dalam menjaga kebersihan, baiknya dimulai dari diri sendiri. Dalam beribadah kepada Allah Swt. kita diharuskan dalam keadaan suci dan bersih. Suci atau Thahir yaitu keadaan tanpa najis atau hadas, baik besar maupun kecil pada badan, pakaian, tempat, air dan lain sebagainya. Sedangkan bersuci adalah aktifitas seseorang untuk mencapai kondisi suci, misalnya berwudhu, tayyamum dan mandi wajib. Selain menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan pakaian juga harus diperhatikan, seperti firman Allah yang  artinya :

  1. Hai orang yang berkemul (berselimut), 2. bangunlah, lalu berilah peringatan! 3. dan Tuhanmu agungkanlah! 4. dan pakaianmu bersihkanlah, 5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,(QS [74] : 1- 5)

Berikut beberapa kebersihan yang perlu diperhatikan :

  • Kebersihan Badan

Kebersihan badan meliputi rambut yang kita rawat dengan cara di keramas dan dipotong sesuai kebutuhan. Kemudian, kulit yang kita bersihkan dengan cara mandi minimal dua kali sehari. Selain rambut dan kulit, mulut dan juga gigi juga perlu dibersihkan dengan cara berkumur dan menggosok gigi agar tidak ada kuman.

  • Kebersihan Makanan

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Makanan yang baik tentunya harus bersih, halalan dan thayyiban. Halal atau halalan artinya secara hukum islam boleh dimakan. Thayyiban artinya makanan dan minuman tersebut mengandung nilai gizi yang cukup dan tidak menjadikan bahaya atau madharat bagi yang mengkonsumsinya.

  • Kebersihan Pakaian

Pakaian selalu melekat pada tubuh kita. Untuk itu, sangat perlu menjaga kebersihan pakaian. Apalagi apabila pakaian tersebut digunakan untuk beribadah kepada Allah Swt. pakaian tersebut harus suci dan terbebas dari najis.

  1. Kebersihan Lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, sebagaimana ajaran mulia yang menyetarakan membuang sampah dengan sedekah, Watumithul adza minathariqi shadaqah yang berarti Memungut duri/sampah dijalan termasuk sedekah. Perintah membersihkan lingkungan, tempat tinggal dan tempat ibadah secara tersirat diperintahkan pada Nabi Ibrahim agar selalu menjaga kebersihan Baitullah tempat beribadah. Untuk itu, perintah ini ditauladani juga bagi muslim dalam menjaga kebersihan lingkungan.

  1. Kebersihan Hati atau Batinniyah

Bersihkan hati dengan ikhlas. Makna ikhlas yaitu menjernihkan dan membersihkan hati dari berbagai hal yang mengotorinya. Ikhlas yaitu segala kecenderungan pada Allah, menjadikan keridhaan Allah sebagai alasan mengerjakan perintah dan meninggalkan laranganNya. Seperti firman Allah Swt. tentang hakikat ikhlas;

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah denganmengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (QS [98] : 5)

“…… Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)..…” (QS [39] : 2 – 3)

Untuk menjaga kebersihan hati, kita harus selalu mengingat Allah Swt. dan rajin berdoa kepadaNya. Hati yang dipenuhi dengan niat dan pikiran yang buruk akan melahirkan sikap dan perbuatan yang buruk juga. Membersihkan kotoran yang melekat pada hati akibat perbuatan kita yang buruk seperti takabur, se’udzon, ria, dengki, iri, sombong, dan lain sebagainya. Cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sifat-sifat tersebut, yaitu:

  • Bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT
  • Membaca istighfar
  • Menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang buruk lagi
  • Berusaha mengganti dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji
  • Minta maaf kepada orang yang bersangkutan jika mempunyai salah, baik kesalahan sekecil maupun kesalahan besar.
  1. Kebersihan Harta

Tazzkiyah, mensucikan harta dengan Zakat. Secara harfiah Zakat artinya Tumbuh, Berkembang, Menyucikan atau Membersihkan. Sedangkan secara terminologi syari’ah, Zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu yang sudah ada ketentuannya. Perintah menunaikan zakat yang terdapat dalam Al-Quran diantaranya : dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (QS [2] : 43). Zakat merupakan sarana membersihkan harta yang dimiliki, hal ini karena di sebagian harta itu terdapat hak orang lain yang dititipkan melalui rezeki yang diperoleh. Dengan mengeluarkan zakat, harta menjadi bersih dan pemanfaatannya akan memberikan berkah yang lebih baik. 

Untuk selengkapnya mengenai hadist tentang kebersihan, dapat Anda download file Pdf nya dengan klik link di bawah ini :

Hadits Tentang Kebersihan Sebagian Dari Iman

 

Baca Juga  Hadits Nabi Tentang Wanita

Download Hadist Tentang Kebersihan Pdf

Demikian informasi mengenai hadist tentang kebersihan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa share dan kunjungi terus web site kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya hanya di dapurpendidikan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.