Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Maksudnya Adalah

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Maksudnya Adalah

Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Sedangkan logos artinya ilmu. Dengan demikian, ideologi dalam arti luas dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nila-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang ingin dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Sedangkan dalam arti sempit ideologi yaitu gagasan atau teori yang menyeluruh mengenai makna hidup dan nilai-nilai yang akan menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan bertindak.

Pengertian Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Pengertian dan Ciri-ciri Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlkakkan dan nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan pemberian negara, namun merupakan realita masyarakat. Ciri-ciri ideologi terbuka, diantaranya :

  • Milik rakyat dan sekaligus menjiwai kepribadian masyarakat.
  • Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat
  • Nilai dan cita-cita hidup dalam masyarakat
  • Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter, dan tidak bisa dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang.
  • Dinamis dan reformis
  • Isinya tidak operasional, kecuali diwujudkan dalam konstitusi.
  • Ideologi terbuka hanya ada dalam sistem yang demokratis.

Pengertian dan Ciri-ciri Ideologi Tertutup

Ideologi tertutup merupakan ideologi yang sulit untuk berinteraksi dengan perkembangan zaman. Biasanya ideologi ini dipakai oleh negara yang menganut ideologi kumunis. Mereka cenderung menutup diri dengan bangsa-bangsa lain, dan tidak menghendaki adanya perubahan yang sedang berkembang di dunia. Berikut ciri-ciri ideologi tertutup, diantaranya :

  • Bersifat otoriter dan dijalankan secara totaliter.
  • Loyalitas ideologi kaku
  • Ideologi tertutup menuntut ketaatan terhadap kekuasaan pemimpin, tanpa terkecuali.
  • Nilai dan cita-cita sekelompok orang yang mendasari niat dan tujuan kelompoknya
  • Isinya dogmatis dan apriori sehinga tidak bisa diubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial.
  • Ketaatan yang mutlak, bahkan kadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan.
  • Ideologi tertutup tidak bersumber dari masyarakat, melainkan dari pikiran elit yang harus di propagandakan kepada masyarakat.
  • Terdiri dari tuntutan nyata dan oreasional yang diajukan mutlak.
  • Kebenaran suatu ideoligi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan prinsip-prinsip atau nilai-nilai moral yang lain.
  • Harus ada yang dikorbankan demi ideologi sekelompok orang
  • Ideologi tertutup tidak mengakui hak masing-masing orang untuk memiliki keyakinan dan pertimbangannya sendiri.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembagan zaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Ide yang dipakai dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka berkembang sejak tahun 1985, sebab Pancasila berada ditengah ideologi-ideologi bangsa di dunia, maka Pancasila harus bersifat terbuka, luwes, fleksibel dan tidak kaku, dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang di dalamnya membebaskan setiap warganya untuk berpendapat dan melakukan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat digunakan Indonesia.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila hendaknya mampu memberikan orientasi kedepan yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk menyadari mengenai kehidupan yang akan dihadapinya di kemudian hari, terutama menghadapi era globalisasi. Ideologi Pancasila menghendaki bangsa Indonesia untuk tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila bersifat reformatif, dinamis, dan terbuka. Hal ini berarti bahwa ideologi Pancasila mempunyai sifat aktual dinamis antisipatif yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang ada di dalamnya, tetapi mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkret, sehingga mempunyai kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang berkembang seiring dengan aspirasi masyarakat, perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam ideologi terbuka, terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar dan bersifat tetap. Untuk itu, penjabaran ideologi dilakukan dengan interpretasi yang kritis dan rasional.

Nilai-nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Nilai-nilai yang terkadung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu :

  1. Nilai Dasar

Nilai dasar merupakan asas-asas yang diterima sebagai dalil mutlak. Nilai dasar adalah hakikat kelima sila Pancasila yang mencakup Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai dasar ini merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal yang di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ideologi tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Wujud nyata dari nilai dasar yaitu sila satu sampai sila lima yang terdapat dalam Pancasila.

Sebagai ideologi terbuka, nilai dasar bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara. Untuk itu, mengubah Pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai dasar Pancasila, sama seperti dengan membubarkan negara.

  1. Nilai Instrumental

Nilai instrumental merupakan pelaksanaan umum dari nilai-nilai dasar. Nilai instrumental merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran, serta lembaga pelaksanaannya. Pada umumnya pelaksanaan tersebut dalam wujud norma sosial atau norma hukum untuk nantinya terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan, tempat, dan waktu. Kedudukan nilai instrumental lebih rendah dari nilai dasar, namun dapat mewujudkan nilai umum menjadi nilai konkret, dan sesuai perkembangan zaman. Hal ini tercantum dalam batang tubuh UUD 1945, ketetapan MPR, Peraturan Perundang-undangan, dan Keputusan Presiden.

  1. Nilai Praksis

Nilai praksis adalah realisasi nilai-nilai instrumental dalam realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari, dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai ini menjadi bahan ujian bagi nilai dasar dan nilai instrumen. Apakah nilai dasar dan nilai instrumental benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak. Dalam hal tersebut, nilai praksis seperti menghormati, kerukunan, dan gotong-royong  bisa diwujudkan dalam bentuk perbuatan, sikap, dan tingkah laku sehari-hari. Dalam realisasi praksis ini penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan selalu bisa dilakukan perubahan dan perbaikan sesuai perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan aspirasi masyarakat.

Baca Juga : Nilai Nilai Pancasila Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Menurut Dr. Alfian, kekuatan ideologi tergantung pada tiga dimensi yang dikandungnya, yaitu :

  1. Dimensi Realita

Perkembangan pemikiran dan aspirasi warga Indonesia dalam mencapai cita-cita untuk hidup berbangsa dan bernegara secara nyata, serta hidup dalam masyarakat atau bangsanya. Contohnya, munculnya ideologi Pancasila pertama kali hingga saat ini.

  1. Dimensi Fleksibilitas

Pancasila memiliki sifat keluesan dalam menghadapi tantangan zaman di masa kini ataupun menghadapi masa depan tanpa harus kehilangan kepribadian dan arah tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. Dimensi Idealisme

Pancasila tumbuh sejalan dengan gerak perkembangan bangsa melalui perwujudan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Keterbukaan dalam menerima kemajuan zaman yang lebih baik yang sesuai dengan nilai-nilai idealisme

Peran Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka 

Pancasila merupakan ideologi yang tumbuh dari dalam jatidiri masyarakat Indonesia. Ideologi Pancasila hanya ada satu di dunia, yaitu di Indonesia. Dalam pelaksanaan ideologi sebagi ideologi terbuka, Pancasila berperan penting dalam menyikapi perkembangan zaman. Kita harus sama-sama menjaga Pancasila supaya tetap kokoh dan tidak mudah oleh idealisme-idealisme yang akan menyudutkan Pancasila.

Pancasila sebagai ideologi terbuka harus berperan sebagai berikut :

  • Ideologi Pancasila harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan zaman yang mengalami perubahan.
  • Pancasila sebagai ideologi terbuka bermakna bahwa nilai-nilai dasar pancasila bisa dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Pancasila harus dapat mengikuti perkembangan zaman secara kreatif dengan memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia.
  • Pancasila sebagai ideologi terbuka harus dapat memberikan orientasi ke depan yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan di hadapinya.
  • Ideologi Pancasila menghendaki supaya Bangsa Indonesia bertahan dalam jiwa dan budaya Bangsa Indonesia dalam ikatan NKRI.

Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sikap possitif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu dalam rangka mewujudkan masyarakat modern yang tetap berkepribadian Indonesia, dengan menjadikan tata nilai moral pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, adalah sebagai berikut :

  • Pancasila sebagai pandangan hidup, yakni kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa dan diyakini kebenarannya sehingga menimbulkan tekad untuk mewujudkan dalam bentuk sikap dan tingkah laku dalam perbuatan sehari-hari.
  • Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, yakni Pancasila sebagai cerminan jati diri yang memberi ciri khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain.
  • Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa, yakni Pancasila merupakan sarana untuk mempersatukan bangsa Indonesia, sebab Pancasila mengandung norma dan nilai yang diyakini benar, bijaksana, adil, sesuai dengan bangsa Indonesia.
  • Pancasila merupakan perjanjian luhur pendiri bangsa, yakni Pancasila merupakan kesepakatan yang disetujui oleh wakil-wakil bangsa Indonesia menjelang dan setelah proklamasi kemerdekaan.
  • Pancasila merupakan paradigma pembangunan, yaitu nilai-nilai dasar yang ada dalam Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang ada di Indonesia
  • Pancasila sebagai unsur ketahanan bangsa, yakni keberadaan suatu ideologi baik keluar ataupun ke dalam, adalah untuk ketahanan bangsa itu sendiri.

Contoh Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Beberapa contoh sikap positif Pancasila sebagai ideologi terbuka, diantaranya :

  1. Mewujudkan kehidupan beriman dan bertakwa

Dalam kehidupan sehari-hari, beriman dan bertakwa sangat perlu untuk diwujudkan. Beriman dan bertakwa dilakukan dengan tindakan nyata, baik dalam keluarga, sekolah, ataupun masyarakat.

  1. Rela berkorban dalam kehidupan masyarakat

Rakyat dari berbagai kalangan berani mengorbankan harta benda serta nyawa dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini berarti sikap rela berkorban memberikan peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan bernegara, hendaknya rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan umum.

  1. Bekerja keras

Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa. Hal ini karena manusia diciptakan dengan akal budi dan berbagai kemampuan lainnya. Keistimewaan tersebut harus diterima manusia dengan tanggung jawab. Hal ini berarti, manusia harus dapat memanfaatkan kemampuannya untuk membangun dunia dengan cara bekerja keras. Melalui kerja keras, manusia menunjukkan keluhuran martabatnya sebagai ciptaan Tuhan. 

  1. Tenggang rasa dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara

Bangsa indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, budaya, dan lain sebaginya, diperlukan persatuan dan kesatuan yang erat dan harmonis. Semua akan berjalan dengan baik apabila terbinanya kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Demi terciptanya kerukunan tersebut diperlukan sikap saling menghargai dalam kehidupan masyarakat. Hal ini berarti tenggang rasa berperan penting supaya hidup bermasyarakat berlangsung harmonis.

  1. Suka bermusyawarah

Dalam menyelesaikan permasalahan, bangsa Indonesia memiliki cara yang khas dalam menyelesaikan persoalan secara bersama-sama yaitu dengan musyawarah untuk mufakat. Cara ini sesuai dengan kepribadian masyarakat sebagai bangsa Indonesia. Dalam penyelesaiannya, kita saling menghargai pendapat setiap orang, sebab kita sebagai bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi persamaan derajat manusia.

Untuk selengkapnya mengenai materi Pancasila sebagai ideologi terbuka, dapat Anda download file Pdf nya dengan klik link di bawah ini :

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Maksudnya Adalah

Download Materi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Pdf

Demikian informasi mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Jangan lupa share dan kunjungi terus web site kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya hanya di dapurpendidikan.com

Baca Juga  Apa Hubungan Persatuan dan Keberagaman Bagi Bangsa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.