Pengertian atau Definisi Iman Secara Harfiah Adalah

Pengertian atau Definisi Iman Secara Harfiah Adalah

Hallo, kali ini admin akan berbagi informasi seputar tentang iman, apa itu iman ? Apa pengertian iman secara harfiah? Apa fungsi iman ? Apa saja hal-hal yang dapat meningkatkan keimanan? Selain mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut, beberapa hal yang berikaitan tentang iman dapat Anda simak penjelasannya berikut ini :

Pengertian Iman

Perkataan iman berasal dari bahasa Arab (الإيمان ) yang berarti percaya atau yakin. Secara etimologis iman (إيمان) diambil dari kata kerja ‘aamana’ (أمن) ‘yukminu’ (يؤمن) yang artinya ‘percaya’ atau ‘membenarkan’. Secara harfiah iman dapat berarti rasa aman (al-amanah, yaitu kesejahteraan dan kesentosaan) dan kepercayaan (al-amanah, yaitu keadaan dapat dipercaya atau diandalkan). Sedangkan menurut istilah iman berarti meyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan.

Pengertian atau Definisi Iman Secara Harfiah Adalah

Penjelasan Arti Iman

  • Meyakini dengan hati maksudnya menerima segala hal yang di bawa oleh Rasullullah.
  • Mengucapkan atau mengikrarkan dengan lisan maksudnya mengucapkan dua kalimah syahadat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah (tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah).
  • Membuktikan atau mengamalkan dengan anggota badan maksudnya hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan dan anggota badan mengamalkan dalam bentuk ibadah sesuai dengan ketentuannya.

Pengertian Iman Dalam Al-Qur’an dan Hadits

Arti iman dalam Al-Qur’an yaitu membenarkan keyakinan bahwa Allah Swt. mempunyai kitab-kitab yang diturunkan pada hamba-hambaNya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas.

Arti Iman dalam Hadits yaitu iman merupakan pembenaran batin. Rasullallah menyebutkan bahwa hal-hal lain sebagai iman, seperti sabar, akhlak yang baik, cinta Rasul, rasa malu dan lain sebagainya.

Pengertian Iman Menurut Para Ahli

Ali bin Abi Talib

Pengertian Iman Menurut Ali bin Abi Talib adalah ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota. Menurut Ali bin Abi Talib iman harus dibuktikan dengan perbuatan, bukan hanya sekedar ucapan menurut lisan saja.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyatakan bahwa iman mencakup berikrar dengan hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota badan.

Aisyah r.a.

Dari Aisyah r.a., “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.” Hal ini tidak jauh berbeda seperti pendapat iman menurut Ali bin Abi Talib

Imam al-Ghazali

Menurut Imam al-Ghazali adalah pengakuan dengan lisan dan membenarkan pengakuan tersebut dengan hati serta mengamalkannya dengan anggota

Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa iman merupakan pengakuan atas kepercayaan yang diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perlakuan.

Dalil Aqli dan Dalil Naqli serta Hadist Mengenai Iman Kepada Allah

  • Dalil Aqli yaitu dengan menggunakan akal yang sudah dianugerahkan Allah Swt. pada manusia. Melalui akal tersebut, manusia bisa memperlihatkan kekagumannya melalui segala ciptaan Allah Swt. Kemudian oleh sebab itu, diapun beriman pada Allah.
  • Dalil Naqli adalah mengimani Allah Swt berdasarkan yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Dalil Naqli mengenai iman yaitu :

Al-Baqarah 136, yang artinya :

“Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.”.

Hadits tentang iman 

“Engkau beriman kedapa Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Katakanlah olehmu (Wahai Sufyan, jika kamu benar-benar hendak memeluk Islam): Saya telah beriman akan Allah, kemudian berlaku luruslah kamu. (HR. Muslim dalam Taisirul Wushul 1:18).

Tingkatan Iman Dalam Islam

Di dalam islam ada tingkatan-tingkatan keimanan, di antaranya :

Muslim 

Muslim yaitu orang yang mengaku Islam, kadar keimanannya termasuk yang terendah, sebatas pengakuan Allah sebagai tuhan yang esa.

Mu’min 

mu’min yaitu orang yang beriman dan mengkaji syariat islam sehingga meningkat wawasan keislamannya.

Muhsin

Muhsin yaitu orang yang memperbaiki segala perbuatannya supaya menjadi lebih baik.

Mukhlis

Muklis yaitu orang yang ikhlas dalam beribadah dan hidupnya hanya untuk mengabdikan kepada Allah.

Muttaqin

Muttaqin yaitu orang yang bertakwa. Muttaqin merupakan tingkatan tertinggi diantara tingkatan-tingkatan lain.

Rukun Iman

Rukun iman ada 6, yaitu :

  1. Iman kepada Allah Swt.
  2. Iman kepada para Malaikat.
  3. Iman kepada Kitab-kitab.
  4. Iman kepada para Rasul.
  5. Iman kepada hari kiamat.
  6. Iman kepada Qadha dan Qadar.

Sifat-sifat Orang Yang Beriman

  1. Lebih tenang dan tegas dalam mengambil sikap maupun keputusan
  2. Mudah menerima nasihat dari orang lain
  3. Mencintai sesama umat manusia
  4. Ada rasa takut pada Allah
  5. Memelihara fitrah iman
  6. Memelihara kehormatan diri dan keluarga
  7. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangaNya
  8. Senang mencari dan menambah ilmu serta semangat dalam melakukan amal dan tidak lupa untuk selalu berdoa.
  9. Sederhana dan memiliki sikap yang baik
  10. Memelihara ibadah secara formal

Fungsi Beriman Kepada Allah

Ingat akan kematian

Orang yang beriman akan menyadari bahwa semua yang ada di dunia adalah milik Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah Swt. sehingga akan membuat kita semakin memperkuat iman kepada Allah Swt. 

Menambah Ketaatan

Menjadi taat dalam setiap menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya karena iman kepada Allah bisa menjadi acuan dalam menjalani perintah Allah.

Menambah Keyakinan

Dengan nikmat yang telah Allah Swt. berikan kepada semua makhluk sepatutnya kita yang merupakan salah satu bagian yang diciptakan Allah Swt. harus bersyukur dan lebih yakin kepada Allah Swt. 

Menentramkan Hati

Setiap orang beriman akan selalu mengingat Allah dan hatinya akan tentram. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam surah Ar-Ra’ad ayat 28

ladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikri laahi laa bidzikri laahi tathma-innu lquluub

Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. 

Mendatangkan Keuntungan dan Kebahagiaan Hidup

Orang beriman hidup akan lebih bahagia dan permasalahan menjadi lebih mudah diselesaikan karena selalu yakin kepada Allah bahwa hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan.

Dapat Menyelamatkan Hidup Manusia di Dunia Maupun Akhirat

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-Mukminin ayat 51 :

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”(Q.S.Al-Mukminin : 51) 

Hal-hal yang Dapat Meningkatkan Keimanan

  1. Bertakwa yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya 
  2. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya.
  3. Pelajari ilmu-ilmu tentang agama islam
  4. Merenungkan segala sesuatu ciptaan Allah
  5. Meningkatkan ilmu tentang mengenal Allah SWT

Hal – hal yang Membatalkan Iman

Segala yang menghapuskan iman sesudah iman masuk di dalamnya, diantaranya :

  1. Mengingkari rububiyah Allah atau sesuatu dari kekhususan- kekhususanNya, atau mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya.
  2. Sombong dan menolak beribadah kepada Allah Swt.
  3. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah atau ia mintai (pertolongan) selain Allah.
  4. mendustakan Rasullullah. Dan menolak sesuatu yang telah ditetapkan Allah serta RasulNya.
  5. Mengejek Allah atau Rasullullah baik itu gurauan maupun sungguhan, dan lain sebagainya.

 Contoh Perilaku Iman Kepada Allah

  1. Taat menjalankan semua perintah Allah Swt. Contohnya syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji (bagi yang mampu).
  2. Menjauhi semua larangan Allah Swt. Contohnya gibah, mencuri, berzina, dan lain-lain.
  3. Menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Contohnya mandi merawat tubuh, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan rumah secara teratur.
  4. Bersedekah dengan ikhlas sebagai salah satu rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT
  5. Hormat pada orangtua. Menghormati dan menyayangi orang tua serta membantu orang tua dalam segala hal kebaikan.
  6. Mampu menahan amarah dan mampu memaafkan kesalahan orang lain
  7. Mempercayai dengan benar rukum iman

Demikian informasi seputar iman, mudah mudahan dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk share dan kunjungi terus website kami. Nantikan informasi-informasi penting lainnya.

Unduh pengertian iman lengkap dalam bentuk pdf download disini
Unduh: Makna Islam dan iman
Unduh : Konsep iman menurut ibn taimiyyah
Unduh: keimanan dan ketakwaan – Direktori File UPi
Unduh: konsep iman menurut kh ahmad rifa’i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.