Perkembangan Sistem Periodik Unsur Itu Apa Saja

Perkembangan Sistem Periodik Unsur Itu Apa Saja

 Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia tidak terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan, para ilmuan selalu mengkaji persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan. Perkembangan sistem periodik unsur yang berada dalam alam semesta ini selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang dibuat oleh manusia. Namun dalam tabel periodik yang demikian harus memiliki aturan aturan yang mengikat sehingga unsur unsur dalam tabel periodik tersebut menjadi teratur.

Pengertian Sistem Periodik Unsur

 Sistem periodik unsur adalah susunan unsur unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur tersebut. Dinamakan periodik, sebagaimana terdapat pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut. Sistem periodic unsure (tabel periodik) modern yang sekarang digunakan didasarkan pada tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Usaha pengelompokan unsur unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur unsur tersebut mudah dipelajari. Berikut ini teori teori para ahli :

  1. Teori Triade Dobereiner

    Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur, lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa atomnya, maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga.

  1. Teori Oktaf Newland

    Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) belum ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah.

  1. Sistem Periodik Mendeleev

    Pada tahun 1869, tabel sistem periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan, Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869, dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik, maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek. Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871.

Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut:

  1. dua unsur yang berdekatan, massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan;
  2. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72, dan 100;
  3. dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon;
  4. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur, contohnya Cr = 52,0 bukan 43,3.
  • Kelebihan sistem periodik Mendeleev

  1. Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur.
  2. Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya.
  3. Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong.
  • Kekurangan sistem periodik Mendeleev

  1. Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan.
  2. Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, contoh : Te (128) sebelum I (127).
  3. Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat.
  4. Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.
  5. Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan.

Sistem Periodik Modern

Pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom.Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan.

Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:

  1. Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
  2. Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  3. Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  4. Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  5. Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  6. Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah
  7. Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah.

Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA.

Nama-nama golongan pada unsur golongan A

  1. Golongan IA disebut golongan alkali
  2. Golongan IIA disebut golongan alkali tanah
  3. Golongan IIIA disebut golonga boron
  4. Golongan IVA disebut golongan karbon
  5. Golongan VA disebut golongan nitrogen
  6. Golongan VIA disebut golongan oksigen
  7. Golongan VIIA disebut golongan halogen
  8. Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia

Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB, dimasukkan dalam satu
golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip.

Pengelompokan Unsur Unsur Berdasarkan Sifat Kelogamannya

Unsur Logam

  1. Kerapatannya tinggi
  2. Padat (dapat ditempa/dibentuk)
  3. Bersifat konduktor
  4. Mengkilap

 Unsur Non Logam

  1. Kerapatannya rendah
  2. Rapuh
  3. Bersifat isolator
  4. Tidak Mengkilap

Sifat Logam

Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. Pada bahasan ini, kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. Berdasarkan sifat kelogamannya, secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur metaloid (semi logam). Banyak logam logam seperti, besi, aluminium, tembaga, perak, emas, dan lain-lain. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis, antara lain:

  1. penghantar panas yang baik;
  2. penghantar listrik yang baik;
  3. permukaan logam mengkilap;
  4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis;
  5. dapat meregang jika ditarik.

Unsur kimia, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsure (Unsur Kimia) adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.

Gambar Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia

Format tabel periodik modern, meliputi:

  • Masing-masing unsur terdapat pada satu kotak yang berisi nomor atom, nomor massa, dan lambang unsur. Kotak kotak tersebut berurutan dari kiri ke kanan berdasarkan kenaikan nomor atom.
  • Kotak tersebut tersusun membentuk barisan horizontal (periode) dan barisan vertikal (golongan). Setiap periode diberi nomor dari 1-7. Masing-masing golongan diberi nomor dari 1 hingga 8 dengan huruf A atau B.
  • Pada sistem IUPAC baru, masing-masing golongan diberi nomor dari 1 hingga 18 tanpa huruf A atau B. Unsur-unsur dalam satu golongan yang sama pada tabel periodik akan mempunyai kemiripan sifat.
  • Unsur-unsur golongan 1A-8A (golongan 1-2, 13-18) merupakan unsur golongan utama. Unsur-unsur golongan 1B-8B (golongan 3-12) merupakan unsur logam transisi. 2 deret unsur di bagian bawah, yaitu lanthanida dan aktinida, dinamakan unsur logam transisi dalam.

Demikian artikel ini, pasti akan bermanfaat untuk pembaca. Sampai jumpa diartikel selanjutnya.

Download Pdf

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK PDF

  2. SISTEM PERIODIK UNSUR PDF

  3. SISTEM PERIODIK UNSUR PDF

  4. Tabel Periodik Pdf

 

Baca Juga  Klinik Dokter Spesialis Kulit Di Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.