Teks Ceramah Pendek – Kunci Kunci Istiqamah

Teks Ceramah Pendek – Kunci Kunci Istiqamah

Assalamu’alaikum wa rohmatullaahi wa barokatuhu Alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala rasulillah. wa laa haula wa laa quwwata illa billah, amma ba’du Sholihin dan sholihat yang dimuliakan oleh Allah SWT. ada seorang sahabat menghadap Nabi saw. “Ya Rasulullah, kulli fil islamii la as-al anhu ahada min ghairok”. “katakan kepada saya Ya Rasulallaah tentang islam ini, satu hal yang dengan itu saya tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain tentangnya”. fa qola nabiyyu shalallaahu a’laihi wa sallam, Nabi bersabda. “Qul amantu billaah tsummas taqiim”, katakanlah bahwa aku beriman kepada Allah kemudian istiqomah. ketika kita beriman kepada Allah maka hal selanjutnya yang menjadi amanah besar bagi kita adalah meng-istiqomahkan diri. diatas iman itu. shirothol mustaqim, yang kita mohon petunjuknya kepada Allah SWT juga bermakna salah satunya adalah. jalan istiqomah dan demikian pula kita dituntut oleh Allah. “Ya ayyuhal ladziina amanuu ittaqullaaha haqqa tuqotihi wa laa tamuttunna illa antum muslimuun”. sudah bertakwa kepada Allah, Allah mengatakan jangan sekali-kali kemudian kita mati selain dalam keadaan sebagai seorang muslim. ini juga berarti kita dituntut untuk istiqomah. Nah,apa kunci-kunci istiqomah ? kali ini kita sampaikan ada 2 kunci istiqomah yang bisa kita lihat. Yang pertama, yang dikatakan oleh al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu ta’ala, beliau mengatakan. “man syahida fii nafsihi dha’fan nalal istiqomah” siapa yang selalu menemukan didalam dirinya ada kelemahan dan kekurangan. maka dia akan meraih keistiqomahan. fasyhaqfi nafsika dho’fa walfaqro tastaqin, maka temukan selalu. didalam dirimu ada kelemahan,kekurangan maka engkau akan istiqomah. inilah kuncinya orang yang istiqomah justru adalah orang yang merasa kurang, merasa belum. merasa senantiasa harus menambah pada dirinya suatu kebaikan untuk meraih ridho Allah. jadi jangan pernah merasa cukup dalam soal ini, ini adalah kunci istiqomah yang pertama. Yang kedua, sabda Nabi saw, “ahabbul a’mali ‘ilallaahi adhwamu wa inqola” amal yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang paling dhowam. yang paling terus-menerus, dilestarikan, dijadikan kerutinan yang dijaga meskipun itu adalah sesuatu yang kecil dan sedikit. amal yang dicintai Allah adalah amal yang dilatihkan supaya kita istiqomah sebab dengan amal yang seperti itu. yang sedikit-sedikit tapi terus-menerus tanpa henti, kita lebih mudah diajar oleh Allah, lebih mudah untuk dididik oleh Allah. supaya menjadi seorang yang mukhlash, supaya menjadi seorang yang mukhlashiin, orang yang dikuatkan oleh Allah untuk menjadi seorang yang ikhlas. demikian pula dengan amal yang sedikit-sedikit tapi terus-menerus ini menjadikan kita insya Allah mati dimatikan diwafatkan oleh Allah diatas keadaan yang demikian. Jadi amal yang terus-menerus, yang dhawam,meskipun sedikit, melatihkan keikhlasan,. dan meskipun sedikit, dia akan menjadi satu kunci mudah-mudahan kita wafat dalam mengamalkan amal itu, husnul khatimah,. Jadi setelah amal-amal yang fardhu kita jaga, hendaknya kita,kata para ulama, memiliki satu amalan yang rutin. yang kita dhawwam-kan, kita jaga terus-menerus, dan bahkan kalau perlu kita rahasiakan. Allah SWT membimbing kita senantiasa wassalamu’alaikum wa rohmatullaahi wa barokatuhu.

Baca Juga  Contoh Teks Ceramah Singkat Pahala Berlipat Ganda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.