Contoh Teks Ceramah Singkat – Orang yang Terbelenggu Hatinya

Contoh Teks Ceramah Singkat – Orang yang Terbelenggu Hatinya

Alhamdulillaah washolaatu wa salaam ala Rasulillaah. wa ala alihi wa ashhabi wa ala amma ba’du. kaum muslimin rahimakumullaah. sebab utama. yang menjadikan manusia terhalang dari segala kebaikan. sebab utama yang menjadikan menusia terkungkum. dalam kesalahan dan dalam keburukan adalah dua. karena mereka tidak mengenal Allah dengan sebenarnya. dan karena mereka terbiasa untuk menurutkan hawa nafsu. jadi dua sebab inilah. yang menjadikan seseorang sulit untuk mencapai kebaikan. dan menjadikannya selalu terbelenggu dalam. keburukan-keburukan yang tidak akan dia lepas darinya. oleh karena itulah. syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam sebuah ucapannya. yang pantas ucapan beliau ditulis dengan tinta emas. orang yang terpenjara adalah. orang yang terhalangi hatinya dari mengenal Allah. Subhanahu waTa’ala. terpenjara hatinya dari mengenal tauhid. mengenal keimanan yang benar. mengenal cara berkeyakinan cara bersikap di hadapan Allah. Subhanahu waTa’ala dengan sebenar-benarnya. yang kedua. orang yang terbelenggu, orang yang tertawan adalah. adalah orang yang tertawan oleh hawa nafsunya. maka dua hal ini. jika kita tidak usahakan untuk segera dibenahi. maka selama-lamanya kita tidak akan mencapai kebaikan. dalam kehidupan kita ini terlebih-lebih di akhirat nanti. sebagaimana Allah Subhanahu waTa’ala berfirman:. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ. dan janganlah kalian menjadi. seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. tidak mengetahui cara beriman kepada-Nya. tidak mengetahui tauhid yang benar kepada-Nya. sehingga Allah Subhanahu waTa’ala jadikan dia lupa. kepada dirinya sendiri, lupa kepada kebaikannya. lupa kepada tujuan hidupnya, lupa kepada segala sesuatu. yang membawa kemuliaan dan kebaikan untuk hidupnya. di dunia dan akhirat. semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala. memberikan manfaat kepada kita. untuk selalu kembali kepada petunjuk-Nya. dalam upaya untuk mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan memperbaiki keburukan-keburukan dalam. hawa nafsu kita. wa ala alihi wa ashbihi, walhamdulillahirabbil ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.