Yang Dimaksud Dengan Puisi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri Dan Manfaatnya

Yang Dimaksud Dengan Puisi : Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri Dan Manfaatnya

Penyampaian ungkapan perasaan dari pengalaman yang dituangkan kedalam tulisan dengan gaya bahasa dan imajinasi yang kuat serta menyentuh hati sehingga menjadi karya satra . Perasaan ini bisa dari dampak prustasi, putus cinta, perjalanan ke suatu tempat, rasa bersyukur kepada sang Pencipta, dan yang lainnya. Itulah  makna puisi menurut penulis.Sekitar tahun 1975 puisi puisi karya Chairil Anwar, WS Rendra, Amir Hamzah, Taufiq Ismail dan banyak lagi, di sekolah sekolah ramai dan hangat di pelajari bahkan sering  dilombakan, ini berkat para guru bahasa Indonesia yang aktif giat pada pelajarannya khususnya puisi, mungkin juga kurikulum waktu itu harus begitu. Tapi kalau melihat keadaan sekarang puisi seperti bukan zamannya lagi, karena seiring dengan kemajuan teknologi yang pada akhirnya serba mudah dan canggih sehingga daya fikir, imajinasi anak kurang berkembang. Lain dulu lain sekarang, yang dulu akan menjadi klasik yang sekarang bagaimana? Jadi,

Pengertian Puisi

Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Pengertian Puisi Mernutut Para Ahli

Para ahli sastra Indoensia dan ahli sastra mancanegara berbendapat bahwa puisi adalah :

  1. Menurut Ratih Mihardja

Pengertian puisi dapat diartikan sebagai sebuah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan atau selain arti semantiknya.

  1. Menurut Samad Said

Pengertian puisi merupakan suatu pernyataan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya.

  1. Menurut H.B. Jassin

arti puisi secara umum yaitu suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.

  1. Menurut Putu Arya Tirtawirya

Mengungkapkan pendapat bahwa puisi merupakan suatu ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada suatu makna konotatif.

  1. Menurut Pradopo

Arti puisi menurut Pradopo merupakan sebuah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.

  1. Menurut William Shakespeare

Pengertian puisi menurut William Shakespeare adalah puisi lirik karena membingungkan berbagai bentuk, seperti perbuatan rumit dengan emosi sendiri dan pandangan penulis.

  1. Menurut Aristoteles

Pengertian puisi menurut Aristoteles adalah fragmen yang ada penyair yang menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik, yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

  1. Menurut Aminuddin

Menurut Aminuddin, arti puisi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu pocima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan. Puisi diartikan sebagai proses membuat dan pembuatan karena lewat puisi, pada dasarnya seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batin.

Tujuan Puisi

Sesuatu apapun akan mempunyai tujuan, begitupun dengan puisi, bertujuan :

  1. Bagi penyair puisi bisa dijadikan media untuk mengkritik kehidupan sosial dan merubahnya.
  2. Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu hal yang disampaikan penyair.
  3. Memberikan motivasi kepada pembaca agar mampu mengapresiasikan karya sastra.
Baca Juga  Pengertian atau Definisi Iman Secara Harfiah Adalah

Unsur Unsur Puisi

Unsur unsur puisi terbagi menjadi 2

  1. Struktur Fisik Puisi

  • Perwajahan puisi (tipografi),

 yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

  • Diksi

yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

  • Imaji

yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

  • Kata konkret

yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

  • Gaya bahasa

yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme,antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

  1. Struktur Batin Puisi

  • Tema/makna (sense)

 media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

  • Rasa (feeling)

yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.

  • Nada (tone)

 yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

  • Amanat/tujuan/maksud (intention)

yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.

Jenis  Jenis Puisi

Jenis jenis puisi terbagi menjadi 2

  1. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

  • Jumlah kata dalam 1 baris,
  • Jumlah baris dalam 1 bait,
  • Persajakan (rima), Banyak suku kata tiap baris
  • Irama

Ciri puisi lama:

  • Puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima

Jenis-jenis puisi lama

  • Mantra

adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

  • Pantun

 adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.

  • Karmina

adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.

  • Seloka

adalah pantun berkait.

  • Gurindam

 adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.

  • Syair

adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

  • Talibun

adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

  1. Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Baca Juga  Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Wawasan Nusantara

Ciri-ciri Puisi Baru:

  • Bentuknya rapi, simetris;
  • Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  • Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  • Sebagian besar puisi empat seuntai;
  • Tiap tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis Jenis Puisi Baru Menurut Isinya

  1. Balada

Adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

  1. Himne

Adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.

  1. Ode

Adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.

  1. Epigram

Adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.

  1. Romansa

Aadalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.

  1. Elegi

Adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.

  1. Satire

Adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb.).

Macam Macam Puisi Baru Menurut  bentuknya

  1. Distikon

Adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).

  1. Terzina

Puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).

  1. Kuatrain

Puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).

  1. Kuint

Adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).

  1. Sektet

Adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).

  1. Septime

Adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).

  1. Oktaf/Stanza

Adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).

  1. Soneta

Adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

Baca Juga  Jelaskan Pengertian Jaringan Komputer Dan Manfaatnya

Puisi Kontemporer 

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Puisi Kontemporer Dibagi Menjadi 3

  1. Puisi mantra

Adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer.

Ciri Ciri Puisi Mantra

  • Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu.
  • Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri.
  • Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.
  1. Puisi Mbeling

Adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama “Puisi Mbeling”. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main.

  1. Puisi Konkret

Adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.

Penyusunan puisi kontemporer

sebagai puisi inkonvensional perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut :

  • Unsur bunyi

meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.

  • Tipografi

meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.

  • Enjambemen

  • meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.
  • Kelakar (parodi)

 meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif)

Manfaat Puisi

  • Puisi dapat dijadikan arahan dalam membentuk kepribadian.
  • Melatih diri untuk lebih berimajinasi.
  • Mampu menggambarkan kehidupan manusia dan lingkungannya.
  • Mampu membangkitkan semangat pembaca.
  • Mampu memberikan motivasi bagi pembaca.
  • Puisi dapat dijadikan sebagai media dalam menyampaikan protes sosial oleh penyair.

Demikian artikel ini, semoga menjadi amal ibadah dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Download Pdf

  1. Pengertian Puisi Pdf

  2. DASAR-DASAR ANALISIS PUISI PDF

  3. KAJIAN TEORETIS DAN KERANGKA PEMIKIRAN PDF

  4. TEORI DAN GENRE SASTRA INDONESIA PDF

  5. Pengertian, Hakikat, dan Fungsi Puisi PDF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.